Blog Rumah Pintar
Amazon Echo Time dan Sensor Ultrasonik untuk Perangkat IoT
Daftar isi· 7 bagian
Amazon memperkenalkan Echo Time, jam alarm pintar yang membaca fase tidur pemiliknya dengan sensor ultrasonik tanpa kamera. Perangkat seharga 199,99 dolar AS ini diumumkan pada 28 Oktober 2026 bersama empat perangkat Alexa+ lain, dan memperlihatkan arah baru perangkat IoT rumah: sensor yang memahami keadaan ruangan tanpa merekam gambar.
Lima perangkat Alexa+ dalam satu pengumuman
Dalam pengumuman resminya, Amazon merilis lima perangkat yang semuanya menjalankan Alexa+, versi asisten suara Amazon yang memakai AI generatif. Alexa+ disertakan dalam keanggotaan Prime. Amazon tidak menyebut negara pemasaran dalam pengumuman tersebut.
Kelima perangkat itu adalah:
- Echo Dot generasi baru seharga 99,99 dolar AS, dengan chip AZ3 buatan Amazon yang dilengkapi akselerator AI untuk pemrosesan di perangkat. Menurut Engadget, Echo Dot ini juga menjadi hub rumah pintar untuk perangkat Zigbee, Thread, dan Matter.
- Echo Studio with Home Camera seharga 249,99 dolar AS, speaker yang untuk pertama kalinya memiliki kamera. Echo Studio biasa tanpa kamera tetap dijual seharga 219,99 dolar AS.
- Echo Time seharga 199,99 dolar AS, jam alarm dengan layar bundar 2,3 inci dan rancangan tanpa kamera.
- Alexa Photo Frame, bingkai foto layar sentuh 10 inci yang memilih foto dari Amazon Photos. Engadget dan BGR menulis harganya sekitar 200 dolar AS, sementara halaman pengumuman Amazon belum mencantumkan harga dan tanggal tersedianya.
- Echo Show 16, layar pintar 16 inci yang dapat dipesan mulai 499,99 dolar AS dan, menurut Engadget, dikirim sebelum akhir 2026.
Dari kelima perangkat itu, Echo Time paling menarik untuk dibahas dari sisi teknologi sensor. Ia mengerjakan tugas yang biasanya membutuhkan jam tangan pintar atau kamera, yaitu mengenali kapan seseorang tidur nyenyak dan kapan tidurnya mulai ringan.
Cara Echo Time membaca tidur tanpa kamera
Menurut BGR, Echo Time memakai transduser ultrasonik. Komponen ini memancarkan pulsa suara berfrekuensi di atas batas pendengaran manusia, lalu membaca pantulannya, mirip cara kerja radar. Dari perubahan pantulan itu, perangkat memperkirakan apakah seseorang sedang tidur dan fase tidur yang kira-kira sedang dijalani. Laporan The Next Web menyebut sensor ini membaca gerak napas.

Pengguna tidak perlu memakai perangkat apa pun di tubuhnya. Saat sensor mendeteksi fase tidur ringan dalam rentang 10 hingga 60 menit sebelum waktu alarm, layar Echo Time menyala bertahap seperti matahari terbit. Bila cahaya belum cukup, BGR menulis bahwa nada alarm tetap berbunyi sebagai cadangan.
Amazon menyebut kemampuan ini sebagai sleep sensing yang ditenagai Omnisense. Omnisense adalah platform sensor yang Amazon perkenalkan pada 2025 untuk Echo Show 8 dan Echo Show 11. Dalam pengumuman peluncuran di India, Amazon menjelaskan Omnisense menggabungkan kamera, audio, ultrasonik, radar Wi-Fi, akselerometer, dan Wi-Fi CSI untuk mendeteksi gerak, kehadiran, dan suhu. Wi-Fi CSI adalah data tentang cara sinyal Wi-Fi berubah saat melewati ruangan, yang dapat dipakai untuk mengenali gerakan.
Ada dua catatan penting. The Next Web melaporkan bahwa fitur pembacaan tidur bersifat opt-in, artinya baru aktif bila pengguna menyalakannya. Amazon juga menyatakan Echo Time telah meraih SleepMark dari National Sleep Foundation. Klaim akurasi pembacaan fase tidur tetap berasal dari Amazon dan belum ada hasil uji independen yang dipublikasikan.
Kamera di ruang keluarga dan kontrol privasi
Strategi sensor Amazon tidak seragam. Untuk kamar tidur, Amazon memilih Echo Time tanpa kamera. Untuk ruang keluarga, kamera justru ditambahkan.
Echo Studio with Home Camera memakai kameranya untuk beberapa tugas. Alexa+ dapat menjawab pertanyaan tentang benda di depan speaker, misalnya aturan permainan papan atau produk yang ingin dipesan ulang. Pemilik juga dapat melihat kondisi ruangan dari aplikasi Alexa saat sedang di luar rumah. Fitur Advanced Room Adaptation menghitung jumlah orang di ruangan dan posisinya, lalu menyesuaikan suara speaker.
Engadget mengutip Amazon bahwa kamera ini tidak merekam video. Meski begitu, gambar tetap dapat dikirim ke cloud saat fitur tampilan langsung dipakai. The Next Web mencatat ada indikator visual yang menyala setiap kali kamera mengalirkan gambar atau video ke cloud, serta tombol khusus untuk mematikan mikrofon dan kamera.

Echo Show 16 membawa kamera 13 MP, resolusi tertinggi yang pernah dipasang di Echo Show. Menurut BGR, kamera ini dapat mengenali pengguna dari jarak hingga 17 kaki (sekitar 5 meter) dan menjadi Echo pertama dengan night vision. Fitur baru Alexa Home Map memakai kamera untuk memetakan rumah dan menunjukkan letak perangkat pintar. Omnisense di Echo Show 16 mendeteksi orang yang masuk ruangan dan dapat mengatur lampu atau termostat. Seperti Echo lain, perangkat ini memiliki tombol fisik untuk mematikan kamera dan mikrofon.
Pembagian ini menunjukkan cara Amazon menimbang kebutuhan dan kepekaan ruangan. Kamera dipasang di ruang bersama yang fungsinya memang visual, sementara kamar tidur cukup memakai sensor yang tidak menghasilkan gambar.
Apa artinya bagi pengembang perangkat IoT?
Amazon belum mengumumkan penjualan Echo Time di Indonesia, tetapi pola desainnya relevan bagi tim yang membangun perangkat atau sistem IoT di sini. Sensor kehadiran, sensor gerak, dan pembacaan kondisi ruangan makin sering dipakai di hotel, kantor, rumah sakit, dan panti wreda. Beberapa pertimbangan berikut dapat langsung diterapkan.
Pilih sensor dengan data paling sedikit
Mulailah dari pertanyaan: data apa yang benar-benar dibutuhkan fungsi ini? Hotel yang ingin mematikan pendingin ruangan saat kamar kosong cukup memakai sensor kehadiran. Kamera tidak diperlukan untuk tugas itu. Kantor yang memantau pemakaian ruang rapat cukup mencatat jumlah orang, tanpa menyimpan wajah mereka. Sensor ultrasonik, radar gelombang milimeter, dan sensor inframerah pasif menghasilkan data yang jauh lebih sedikit dibanding kamera, sehingga risiko kebocorannya juga lebih kecil.
Proses di perangkat bila memungkinkan
Chip AZ3 di Echo Dot baru dilengkapi akselerator AI untuk pemrosesan di perangkat. Pendekatan yang sama dapat diterapkan dengan mikrokontroler atau modul edge AI yang mengolah sinyal mentah di lokasi dan hanya mengirim hasilnya, misalnya “kamar terisi” atau “pasien bergerak”, ke server. Cara ini menghemat bandwidth, tetap berjalan saat koneksi putus, dan mengurangi data pribadi yang berpindah tempat.

Perhatikan aturan pelindungan data pribadi
Data tidur dan pola napas dapat tergolong data kesehatan. Pasal 4 ayat (2) UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi memasukkan data dan informasi kesehatan serta data biometrik ke dalam data pribadi yang bersifat spesifik. Pasal 34 mewajibkan penilaian dampak pelindungan data pribadi untuk pemrosesan berisiko tinggi, termasuk pemrosesan data spesifik, pemantauan yang sistematis, dan penggunaan teknologi baru.
Bagi pengembang, kewajiban itu dapat diterjemahkan menjadi praktik sederhana. Aktifkan fitur sensor sensitif hanya atas persetujuan pengguna, seperti fitur tidur Echo Time yang bersifat opt-in. Sediakan indikator yang terlihat saat data dikirim ke luar perangkat. Buat tombol fisik untuk mematikan sensor, dan tetapkan batas waktu penyimpanan data. Pembahasan serupa tentang persetujuan pada perangkat perekam AI dapat dibaca di artikel Amazon Bee Frontier dan Eclipse.
Rancang untuk standar terbuka
Echo Dot baru mendukung Zigbee, Thread, dan Matter. Standar terbuka seperti Matter memudahkan perangkat dari berbagai merek bekerja bersama, sehingga pemilik gedung tidak terkunci pada satu vendor. Bagi produsen lokal, dukungan standar ini membuka peluang perangkatnya dipakai bersama hub dari Amazon, Apple, atau Google. Persaingan hub rumah pintar sendiri makin ramai, seperti terlihat pada Apple HomeView.
Tim Merakit membantu organisasi merancang sistem seperti ini lewat layanan IoT, dari pemilihan sensor dan pemrosesan di perangkat hingga dasbor pemantauan yang mematuhi aturan pelindungan data.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah gelombang ultrasonik Echo Time terdengar oleh manusia?
Tidak. Menurut BGR, transduser Echo Time memancarkan pulsa pada frekuensi di atas batas pendengaran manusia. Sensor ini juga tidak membutuhkan kamera atau perangkat yang dipakai di tubuh.
Apakah Echo Time dan Echo Studio with Home Camera dijual di Indonesia?
Amazon tidak menyebut negara pemasaran dalam pengumumannya, sehingga ketersediaan resmi kedua perangkat itu di Indonesia belum diumumkan. Harga yang beredar saat ini adalah harga dalam dolar AS.
Apakah kamera Echo Studio merekam isi rumah?
Amazon menyatakan kamera tersebut tidak merekam video. Gambar dapat dialirkan ke cloud saat pemilik memakai tampilan langsung, dan indikator visual menyala setiap kali itu terjadi. Kamera dan mikrofon dapat dimatikan dengan tombol khusus.
Penutup
Echo Time menunjukkan bahwa perangkat rumah dapat memahami kondisi penghuninya tanpa harus melihat mereka. Pilihan sensor yang tepat membuat fungsi tetap berjalan dengan data seminimal mungkin. Bila organisasi Anda sedang merencanakan sistem sensor untuk gedung, kamar pasien, atau fasilitas publik, tim Merakit siap membantu menyusun rancangannya.
Sumber
- New Alexa devices 2026, Amazon, 28 Oktober 2026
- All the Amazon Echo devices announced today, Engadget, 28 Oktober 2026
- Amazon Revealed 5 New Smart Home Devices Today, BGR, 28 Oktober 2026
- Amazon puts a camera in its Echo Studio so Alexa can see, The Next Web, 28 Oktober 2026
- Amazon Echo Show 11 dan Echo Show 8 di India, Amazon India
- Pasal 34 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, Pasal.id