Blog Agen AI

SK Telecom Beri Agen AI Nomor Karyawan dan Atasan Manusia

Ditulis oleh Merakit Indonesia

7 menit baca

SK Telecom Beri Agen AI Nomor Karyawan dan Atasan Manusia
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Isi laporan tata kelola AI SK Telecom
  2. 2Cara SK Telecom mengawasi agen dan layanan AI
  3. 3Peta jalan 2026–2028 dan sertifikasi ISO/IEC 42001
  4. 4Apa artinya bagi organisasi Anda?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

Operator telekomunikasi Korea Selatan, SK Telecom, menerbitkan laporan tata kelola AI pertamanya pada 26 Oktober 2026. Di dalamnya, setiap agen AI internal yang lolos peninjauan mendapat nomor karyawan, atasan manusia yang bertanggung jawab, batas akses data, dan evaluasi berkala seperti pegawai biasa.

Isi laporan tata kelola AI SK Telecom

Laporan berjudul AI Governance Report ini memuat prinsip tata kelola AI perusahaan, kerangka tanggung jawab, rencana pelaksanaan, dan hasil yang sudah dicapai. Menurut Digital Today, laporan itu juga berisi pedoman pengelolaan agen AI, yaitu program AI yang dapat mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri.

Cakupannya dua lapis. Lapis pertama adalah layanan AI untuk pelanggan, yang sistem pengelolaannya sudah bersertifikat sejak 2024. Lapis kedua adalah agen AI internal yang dibuat atau dipakai karyawan untuk pekerjaan sehari-hari. The Financial News mencatat bahwa laporan ini kini juga mengatur agen internal tersebut secara rinci.

Pengelolaan seluruh sistem ini dipegang Cha Ho-beom, Chief Privacy Officer (CPO) SK Telecom. Ia membawahkan perlindungan data pribadi sekaligus tata kelola AI. Dalam keterangannya kepada media Korea, Cha menyebut tata kelola AI makin penting ketika agen AI mulai bekerja lebih mandiri.

Bermula dari program AX Innovation 2.0

Gagasan memperlakukan agen AI seperti pegawai sudah diumumkan pada Juni 2026. Saat itu, menurut SBS, SK Telecom memperkenalkan program AX Innovation 2.0. Agen AI mendapat nomor karyawan, departemen, fungsi kerja, dan hak akses, lalu dikelola dari tahap masuk sampai keluar.

Program itu didahului uji coba tiga bulan di sebagian unit AI perusahaan. Hasilnya, satu karyawan dapat menangani perencanaan, pengembangan, dan desain sekaligus dengan bantuan beberapa agen AI. Laporan Oktober ini menunjukkan cara perusahaan mengendalikan pola kerja tersebut.

Cara SK Telecom mengawasi agen dan layanan AI

Nomor karyawan setelah lolos peninjauan

Agen AI tidak otomatis mendapat nomor karyawan. Setelah dikembangkan, informasi dasarnya didaftarkan lebih dulu. Agen yang memenuhi standar internal dalam peninjauan terpisah baru mendapat nomor karyawan. Sejak itu, perusahaan mencatat tugasnya, penanggung jawabnya, unit tempatnya bekerja, status operasinya, dan kinerjanya.

Nomor karyawan ini berfungsi sebagai identitas. Dengan identitas yang jelas, setiap tindakan agen dapat ditelusuri ke satu catatan, termasuk siapa manusia yang bertanggung jawab atasnya.

Atasan manusia sesuai tingkat otonomi

Penanggung jawab setiap agen ditentukan oleh luas dampak dan tingkat otonominya. Agen yang hanya membantu pekerjaan pribadi seorang karyawan diawasi oleh pemakainya sendiri. Menurut Seoul Economic Daily, agen yang dampaknya lebih besar atau bekerja lebih mandiri wajib diawasi ketua tim atau eksekutif.

Hak akses mengikuti aturan yang sama. Fungsi dan data yang dapat dibuka agen disesuaikan dengan sifat pekerjaannya. Makin tinggi otonominya, makin ketat langkah peninjauan dan persetujuan manusia yang berlaku.

Tabel pengawasan agen AI SK Telecom: agen pribadi diawasi pemakainya, agen berdampak besar atau lebih mandiri diawasi ketua tim atau eksekutif dengan persetujuan lebih ketat

Sistem operasi agen dan jejak kerja

Untuk memantau agen yang dibuat di berbagai lingkungan, SK Telecom memakai sistem yang disebut agent OS. Sistem ini mencatat status eksekusi, pemakaian, dan riwayat perubahan setiap agen. Model AI, alat, dan alur tugas yang dipakai agen juga direkam, sehingga sumber masalah dapat dilacak.

Bila terjadi anomali, eksekusi agen dapat dihentikan dan tindakan terkait dicatat. Seoul Economic Daily menambahkan bahwa pemantauan juga mencakup pemakaian token, yaitu satuan teks yang diproses model AI, serta catatan kerja agen.

Evaluasi kinerja hingga pensiun

Agen dinilai berdasarkan penyelesaian tugas, luas dampak, cara mengakses data, dan kontribusinya. Hasil penilaian menentukan apakah agen dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan. Agen yang dinilai kurang diperlukan dapat ditangguhkan atau dipensiunkan.

Perusahaan juga sedang mengkaji cara membagikan kinerja agen kepada karyawan. Dalam jangka panjang, SK Telecom mempertimbangkan untuk memasukkan kinerja agen ke dalam indikator kinerja utama (KPI) organisasi. Hal ini masih berstatus kajian.

Pemeriksaan layanan AI untuk pelanggan

Layanan AI yang dipakai pelanggan diperiksa dengan alur berbeda. Menurut The Financial News, setiap layanan dinilai dari sisi perlindungan data pribadi, kepatuhan hukum, transparansi, keamanan, dan kendali pengguna. Penilaian berlangsung sejak perencanaan, pengembangan, peluncuran, hingga operasional.

Unit bisnis menilai layanannya sendiri lebih dulu. Tim spesialis kemudian menilai risiko dan peluangnya, lalu tim privasi, hukum, keamanan, dan tata kelola AI meninjaunya. SK Telecom menyatakan tidak akan meluncurkan layanan yang risikonya sulit diterima tanpa langkah mitigasi.

Perusahaan menerapkan prinsip privacy by design, yaitu perlindungan data pribadi dipertimbangkan sejak tahap perencanaan. Bila sebuah layanan yang mengolah data pribadi memakai model atau pustaka perangkat lunak dari luar, lisensi dan celah keamanannya ikut diperiksa. Riwayat penilaian risiko tiap layanan disimpan di portal tata kelola AI internal.

Peta jalan 2026–2028 dan sertifikasi ISO/IEC 42001

The Financial News melaporkan peta jalan tiga tahap. Pada 2026, perusahaan membangun fondasi: standar peninjauan awal, pendaftaran agen, penunjukan pemilik, izin pemakaian, dan batas akses data. Pada 2027, izin dibedakan menurut tingkat otonomi dan dampak, dan sistem peninjauan serta intervensi manusia diperkuat. Pada 2028, sistem pengelolaan diharapkan mencakup seluruh siklus agen, dari operasi dan evaluasi sampai penghentian.

Linimasa peta jalan pengelolaan agen AI SK Telecom: fondasi dan pendaftaran pada 2026, izin sesuai otonomi pada 2027, siklus penuh pada 2028

Laporan ini juga ditopang sertifikasi. SK Telecom meraih sertifikasi ISO/IEC 42001, standar internasional untuk sistem manajemen AI, pada 2024 untuk layanan AI pelanggan. Digital Today mencatat perusahaan itu menjadi operator telekomunikasi Korea Selatan pertama yang memperolehnya. Pada Oktober 2026, cakupan sertifikasinya diperluas ke sistem pengelolaan agen AI internal.

Apa artinya bagi organisasi Anda?

Organisasi di Indonesia yang mulai mencoba agen AI, misalnya bank yang merangkum dokumen kredit, rumah sakit yang menyusun jadwal, atau toko daring yang membalas pesan pelanggan, akan menghadapi pertanyaan yang sama: siapa yang bertanggung jawab ketika agen bertindak keliru. Pendekatan SK Telecom memberi kerangka yang dapat ditiru dalam skala kecil.

Empat langkah mengelola agen AI di organisasi: daftarkan agen, tunjuk pengawas, batasi akses data, dan evaluasi berkala

  1. Daftarkan setiap agen. Buat daftar agen yang sedang berjalan, termasuk yang dibuat sendiri oleh karyawan lewat aplikasi kerja. Catat tugas, data yang diakses, dan model AI yang dipakai.
  2. Tunjuk penanggung jawab manusia. Agen pribadi cukup diawasi pemakainya. Agen yang menyentuh nasabah, pasien, atau transaksi perlu diawasi pejabat yang berwenang mengambil keputusan.
  3. Batasi akses data sesuai tugas. Agen yang menyusun ringkasan tidak perlu akses untuk mengubah data. Bagi organisasi yang mengolah data pribadi, langkah ini juga membantu kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
  4. Evaluasi dan hentikan bila perlu. Tinjau kinerja agen secara berkala, simpan log tindakannya, dan siapkan cara menghentikan agen dengan cepat bila terjadi anomali.

Di sektor keuangan, kebutuhan ini paling terasa karena agen dapat menyentuh data nasabah dan alur persetujuan. Tim yang menyiapkan agen AI untuk layanan keuangan dapat memasukkan pendaftaran agen, batas akses, dan log tindakan sejak tahap desain. Pembahasan kami tentang agen AI Notion yang bekerja 24 jam menunjukkan bahwa agen makin sering bekerja lama tanpa diawasi langsung, sehingga jejak kerjanya makin penting.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah agen AI di SK Telecom dianggap karyawan secara hukum?

Tidak ada keterangan seperti itu. Nomor karyawan dipakai sebagai identitas pengelolaan internal untuk mencatat tugas, penanggung jawab, akses, dan kinerja agen. Tanggung jawab tetap berada pada manusia yang ditunjuk sebagai pengawasnya.

Siapa yang bertanggung jawab bila agen AI melakukan kesalahan?

Dalam kerangka SK Telecom, setiap agen memiliki penanggung jawab manusia. Agen pribadi diawasi pemakainya, sedangkan agen yang lebih berdampak atau lebih mandiri diawasi ketua tim atau eksekutif.

Apa itu ISO/IEC 42001?

ISO/IEC 42001 adalah standar internasional untuk sistem manajemen AI. Standar ini mengatur cara organisasi menetapkan kebijakan, menilai risiko, dan mengawasi sistem AI secara berkelanjutan. SK Telecom memegang sertifikasinya sejak 2024 dan memperluas cakupannya ke agen AI internal pada Oktober 2026.

Penutup

Laporan SK Telecom memperlihatkan bahwa agen AI dapat dikelola dengan perangkat yang sudah dikenal organisasi: identitas, atasan, hak akses, dan evaluasi kinerja. Organisasi yang mulai memakai agen AI dapat menerapkan prinsip yang sama sebelum jumlah agennya bertambah. Bila tim Anda sedang merancang agen AI beserta tata kelolanya, tim layanan kecerdasan artifisial Merakit Indonesia siap berdiskusi.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: SK Telecom Beri Agen AI Nomor Karyawan dan Atasan Manusia

Topik

  • Agen AI
  • Tata Kelola AI
  • Kecerdasan Artifisial
  • Manajemen Risiko
  • Telekomunikasi

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.