Blog Robotika

Agility Robotics Masuk Nasdaq, Arti Robot Digit bagi Gudang

Ditulis oleh Alfina Putri

8 menit baca

Agility Robotics Masuk Nasdaq, Arti Robot Digit bagi Gudang
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Agility Robotics resmi diperdagangkan di Nasdaq
  2. 2Digit sudah bekerja di gudang dan pabrik
  3. 3Pendapatan masih kecil dan pesanan masih bersyarat
  4. 4Apa artinya bagi pabrik dan gudang di Indonesia?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

Agility Robotics, pembuat robot humanoid Digit, mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 5 November 2026 dengan kode AGLT. Pencatatan ini lahir dari penggabungan usaha dengan Churchill Capital Corp XI dan menghasilkan dana kotor sekitar US$465 juta untuk memperbanyak robot yang kini bekerja di gudang dan pabrik.

Agility menyebut dirinya perusahaan robot humanoid murni pertama yang tercatat di bursa Amerika Serikat. Status perusahaan terbuka membuat angka pendapatan, kerugian, dan target penjualannya dapat dibaca publik. Bagi pengelola gudang dan pabrik, angka-angka itu menjadi gambaran yang lebih jujur tentang kesiapan robot humanoid dibandingkan video demonstrasi.

Agility Robotics resmi diperdagangkan di Nasdaq

Churchill Capital Corp XI adalah special purpose acquisition company (SPAC), yaitu perusahaan cangkang yang sudah tercatat di bursa dan dibentuk untuk bergabung dengan perusahaan swasta. Menurut Manufacturing Dive, transaksi ini bernilai US$2,5 miliar dan disetujui lebih dari 84 persen suara pemegang saham Churchill XI.

The Robot Report mencatat persetujuan itu diberikan pada 2 November dan transaksi rampung pada 4 November. Saham biasa Agility diperdagangkan dengan kode AGLT, sedangkan warannya memakai kode AGLTW. Pada hari pertama, saham AGLT dibuka di US$11,26, di atas harga transaksi US$10 per saham, lalu berada di US$10,30 saat berita itu ditulis. Saham milik pemegang saham lama dan sponsor Churchill dikunci selama 180 hari.

Dana kotor US$465 juta berasal dari tiga sumber. Sekitar US$164 juta datang dari rekening perwalian Churchill XI setelah sebagian pemegang saham menarik dananya. Sebanyak US$201 juta berasal dari penempatan saham privat (private investment in public equity atau PIPE) yang dipimpin Foxconn, dan US$100 juta merupakan pendanaan ekuitas yang masuk setelah rencana merger diumumkan pada Juni.

Grafik batang sumber dana kotor Agility Robotics sebesar US$465 juta: PIPE dipimpin Foxconn US$201 juta, rekening perwalian Churchill XI US$164 juta, pendanaan ekuitas US$100 juta

Jumlah itu lebih kecil daripada proyeksi sebelumnya. Agility pernah memperkirakan dana lebih dari US$620 juta bila tidak ada pemegang saham yang menarik dananya. Dalam siaran pers resminya, perusahaan menyatakan dana tersebut akan dipakai untuk memenuhi pesanan pelanggan, memperluas penerapan komersial, meningkatkan produksi Digit, dan mengembangkan platformnya.

Digit sudah bekerja di gudang dan pabrik

Digit adalah robot humanoid berkaki dua yang dirancang untuk bekerja di ruang yang dibangun untuk manusia. Tugas utamanya saat ini adalah memindahkan tote, yaitu kotak plastik penampung barang yang lazim dipakai di gudang dan jalur produksi.

Agility menyebut Digit sudah bekerja bersama GXO, Schaeffler, dan Toyota Motor Manufacturing Canada. Di fasilitas GXO di Georgia, Amerika Serikat, Digit telah memindahkan lebih dari 100.000 tote. GXO akan menambah Digit di dua fasilitas logistik lain di Amerika Serikat pada awal 2027. Produsen alat pertanian AGCO juga menandatangani perjanjian untuk uji coba Digit yang diperkirakan dimulai pada 2027.

Secara keseluruhan, perusahaan mengklaim Digit telah beroperasi lebih dari 65.000 jam dalam hampir tiga tahun. The Robot Report mencatat jam operasi itu tersebar di sembilan fasilitas pelanggan. Manufacturing Dive melaporkan target Agility untuk hadir di 25 fasilitas dan melayani 100 pelanggan pada akhir 2027.

Angka kunci Digit di lapangan: lebih dari 65.000 jam operasi dan lebih dari 100.000 tote dipindahkan di GXO Georgia, disertai kutipan CEO Agility Peggy Johnson

CEO Agility Peggy Johnson menggambarkan pelajaran dari penerapan itu kepada Manufacturing Dive: “These experiences have taught us a great deal about safety, reliability, integration and return on investment.” Keselamatan, keandalan, integrasi, dan imbal hasil investasi adalah empat hal yang juga akan ditanyakan setiap pabrik sebelum membeli robot.

Digit 5 dan pabrik RoboFab

Generasi berikutnya, Digit 5, diperkenalkan pada September 2026. Agility menyatakan sudah mengantongi pesanan multitahun lebih dari US$300 juta untuk robot ini, dengan syarat sejumlah tahapan kontrak, fitur, dan spesifikasi terpenuhi. Akses awal bagi pelanggan dijadwalkan pada paruh pertama 2027, sedangkan ketersediaan umum ditargetkan pada akhir 2027.

Menurut perusahaan, Digit 5 dirancang untuk mengangkat beban hingga 50 pon (sekitar 22,7 kg) secara berulang, memakai ujung lengan yang dapat ditukar sesuai tugas, dan memakai baterai Nyobolt yang dapat diisi ulang dalam sembilan menit. Agility mengklaim robot ini dapat bekerja lebih dari 20 jam dalam sehari. Klaim tersebut belum diuji pihak independen.

Robot-robot itu akan dirakit di RoboFab, pabrik seluas 70.000 kaki persegi (sekitar 6.500 m²) di Salem, Oregon, yang dirancang untuk memproduksi hingga 10.000 robot per tahun. Angka itu adalah kapasitas rancangan, bukan jumlah produksi saat ini. Armada robot dikelola lewat Agility Arc, platform cloud untuk memantau dan mengatur robot di lokasi pelanggan. Untuk keselamatan, Agility berencana memakai komputer NVIDIA IGX Thor di dalam robot, teknologi keselamatan NVIDIA Halos, dan sistem dari FORT Robotics.

Posisi robot humanoid di antara robot industri

Robot humanoid masih bagian kecil dari dunia otomasi. Federasi Robotika Internasional (IFR) melaporkan 5 juta robot industri beroperasi di pabrik seluruh dunia pada 2025, naik 9 persen. Lebih dari 600.000 unit baru dipasang sepanjang 2025, dan China menyumbang sekitar 59 persen pemasangan. IFR memperkirakan pemasangan naik menjadi 655.000 unit pada 2026.

Sebagian besar robot itu berupa lengan robot yang bekerja di sel kerja berpagar dan melakukan gerakan yang sama secara berulang. Robot humanoid membidik pekerjaan di antara mesin-mesin tersebut: mengambil tote dari rak, memindahkannya ke konveyor, atau mengisi jalur produksi. Karena bentuknya menyerupai manusia, robot ini dapat bekerja di fasilitas yang sudah ada tanpa perlu merombak tata letak.

Agility tidak sendirian. Tesla, misalnya, sudah memulai produksi awal robot Optimus di Fremont dengan pabrik sebagai sasaran pertama. Kepada The Robot Report, salah satu pendiri Agility, Jonathan Hurst, mengatakan Digit kemungkinan tidak akan diberi roda, tetapi robot beroda masuk peta jalan untuk keluarga robot yang lebih luas. Peggy Johnson juga membuka kemungkinan Agility melisensikan teknologinya kepada pengembang robot humanoid lain.

Pendapatan masih kecil dan pesanan masih bersyarat

Laporan keuangan menunjukkan bisnis ini masih di tahap awal. Menurut The Robot Report, pendapatan Agility pada 2025 sebesar US$1,78 juta, naik dari US$310.000 pada 2024. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat rugi bersih US$138,1 juta. Sekitar 64 persen pendapatan berasal dari pihak berelasi, dan kas perusahaan pada akhir 2025 sebesar US$103 juta.

Pesanan Digit 5 senilai lebih dari US$300 juta juga belum berupa pendapatan. Pesanan itu baru akan tercatat sebagai penjualan bila robot dikirim sesuai tahapan dan spesifikasi yang disepakati. Siaran pers Agility sendiri mencantumkan risiko keterlambatan Digit 5, pesanan yang tidak terealisasi, kesulitan meningkatkan produksi, kerugian bersih, dan kecukupan modal.

Dengan kata lain, investor membeli harapan bahwa Digit dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dipakai secara rutin oleh banyak pelanggan. Bagi calon pengguna, angka ini menjadi pengingat untuk menilai vendor robot humanoid dari kemampuan layanan purnajualnya, selain dari spesifikasi robotnya.

Apa artinya bagi pabrik dan gudang di Indonesia?

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi tentang ketersediaan Digit di Indonesia, dan Digit 5 baru tersedia umum pada akhir 2027. Meski begitu, pengelola gudang e-commerce, pusat distribusi ritel, dan pabrik komponen otomotif dapat memakai waktu ini untuk bersiap.

  1. Mulai dari tugas, baru memilih robot. Catat pekerjaan berulang yang paling banyak menyita tenaga, misalnya memindahkan tote dari rak ke konveyor. Ukur jumlahnya per jam, berat bebannya, dan jalur yang dilalui. Data ini menentukan apakah robot humanoid, robot bergerak otonom (AMR), konveyor, atau lengan robot yang paling masuk akal.
  2. Siapkan data dan konektivitas fasilitas. Robot seperti Digit dikelola dari platform cloud dan perlu bertukar data dengan sistem manajemen gudang (WMS). Jaringan nirkabel yang stabil, sensor di titik penting, dan pemantauan secara langsung adalah fondasi yang dibutuhkan, apa pun robotnya. Tim layanan IoT dapat membantu memetakan kebutuhan ini lebih awal.
  3. Tetapkan aturan keselamatan sebelum uji coba. Tentukan area kerja bersama antara robot dan pekerja, prosedur berhenti darurat, serta pelatihan operator. Pastikan vendor menjelaskan standar keselamatan yang dipakai robotnya.
  4. Ukur uji coba dengan angka. Bandingkan waktu siklus, tingkat kesalahan, waktu henti, dan biaya per tote sebelum dan sesudah robot hadir. Uji coba GXO dan AGCO menunjukkan pelanggan besar pun memulai dari satu fasilitas.

Panduan uji coba robot humanoid di gudang: lakukan pemetaan tugas, uji di satu jalur, dan ukur biaya per tote; hindari membeli karena video demo, merombak semua jalur sekaligus, dan mengabaikan integrasi WMS

Pertimbangkan juga ketersediaan suku cadang dan teknisi. Robot yang berhenti bekerja di tengah shift sama mahalnya dengan mesin produksi yang rusak, sehingga dukungan purnajual di dalam negeri perlu ditanyakan sejak awal.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu Agility Robotics dan robot Digit?

Agility Robotics adalah perusahaan robotika dari Salem, Oregon, yang menurut The Robot Report merupakan pecahan dari Oregon State University pada 2015. Produknya, Digit, adalah robot humanoid berkaki dua yang saat ini dipakai untuk memindahkan tote di gudang dan pabrik.

Apakah perusahaan di Indonesia sudah dapat memakai Digit?

Belum ada pengumuman resmi tentang penjualan atau layanan Digit di Indonesia. Daftar pelanggan yang disebut Agility belum mencakup Indonesia, dan Digit 5 baru ditargetkan tersedia umum pada akhir 2027.

Apa bedanya robot humanoid dengan robot industri biasa?

Robot industri umumnya berupa lengan robot yang dipasang tetap di sel kerja untuk satu jenis gerakan. Robot humanoid dirancang bergerak di ruang yang dibuat untuk manusia, seperti lorong rak dan area konveyor, sehingga dapat dipakai tanpa merombak tata letak fasilitas. Jumlahnya masih jauh lebih sedikit dan kemampuannya masih diuji di lapangan.

Penutup

Pencatatan Agility Robotics di Nasdaq memberi gambaran terbuka tentang industri robot humanoid: pelanggan besar sudah mencoba, pesanan sudah masuk, tetapi pendapatan masih kecil dan produksi massal baru dimulai 2027. Bagi pabrik dan gudang, ini saat yang tepat untuk menyiapkan data, jaringan, dan aturan keselamatan. Bila Anda ingin mulai memetakan kebutuhan otomasi di fasilitas sendiri, tim Merakit siap berdiskusi lewat solusi otomasi industri.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Agility Robotics Masuk Nasdaq, Arti Robot Digit bagi Gudang

Topik

  • Robotika
  • Otomasi Industri
  • Agility Robotics
  • Gudang dan Logistik
  • Robot Humanoid

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.