Blog Pengembangan Aplikasi

Discord Ganti Electron dengan Rust, Build Awal 290 MB RAM

Ditulis oleh Alfina Putri

7 menit baca

Discord Ganti Electron dengan Rust, Build Awal 290 MB RAM
Daftar isi· 8 bagian
  1. 1Isi konfirmasi CTO Discord
  2. 2Mengapa aplikasi berbasis Electron berat
  3. 3GPUI dan pengalaman Rust di Discord
  4. 4Angka 290 MB perlu diuji
  5. 5Apa artinya bagi tim pengembang aplikasi?
  6. 6Pertanyaan yang sering muncul
  7. 7Penutup
  8. 8Sumber

Discord sedang menulis ulang seluruh aplikasinya dengan bahasa pemrograman Rust. Salah satu pendiri sekaligus CTO Discord, Stanislav Vishnevskiy, mengonfirmasi pada 4 November 2026 bahwa Electron di desktop dan React Native di ponsel akan ditinggalkan. Tangkapan layar build awal bernama Discord Phoenix menunjukkan pemakaian memori 290,2 MB di Windows 11.

Kabar ini cepat menyebar karena aplikasi desktop Discord selama ini dikenal boros memori. Bagi tim yang membangun aplikasi, keputusan Discord juga membuka kembali pertanyaan lama: kapan teknologi web cukup untuk aplikasi desktop, dan kapan aplikasi perlu dibangun dengan kode native.

Isi konfirmasi CTO Discord

Vishnevskiy menyampaikan rencana itu lewat serangkaian unggahan di X. Menurut Inven Global, ia menyebut Discord sudah memakai Rust sejak 2018 untuk infrastruktur, teknologi suara, dan sebagian aplikasi yang berjalan saat ini. Target berikutnya adalah memindahkan seluruh aplikasi ke Rust. Di ponsel, antarmuka tetap native, tetapi kode aplikasinya dibagi bersama versi desktop lewat Rust.

Untuk antarmuka desktop, Discord memakai GPUI. Vishnevskiy secara khusus membantah tebakan sebagian pengguna bahwa Discord memakai Tauri. Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi barunya native, sedangkan webview (komponen peramban bawaan sistem operasi) hanya dipakai untuk konten tertentu seperti video YouTube dan Activities. Discord memiliki tambahan kode sendiri pada GPUI dan akan menimbang bagian mana yang dapat dikembalikan ke proyek aslinya.

Saat ditanya soal tampilan, Vishnevskiy menyatakan aplikasi baru akan terlihat dan bekerja sama persis dengan aplikasi saat ini. Soal performa, ia menyebut Discord memperkirakan hasilnya lebih baik. Ia belum memberi tanggal rilis dan hanya menyebut aplikasi itu diharapkan segera masuk tahap uji coba bersama pengguna. Inven Global mencatat Discord belum menerbitkan pengumuman resmi di luar unggahan tersebut.

Mengapa aplikasi berbasis Electron berat

Electron adalah kerangka kerja untuk membuat aplikasi desktop dengan JavaScript, HTML, dan CSS. Di situs resminya, Electron menjelaskan bahwa kerangka ini menyematkan Chromium dan Node.js. Artinya, setiap aplikasi Electron membawa mesin peramban dan runtime JavaScript sendiri. Daftar pengguna Electron di situs itu mencakup Discord, Slack, Visual Studio Code, Figma, Notion, dan Signal.

Pendekatan ini memudahkan tim memakai satu basis kode web untuk Windows, macOS, dan Linux. Konsekuensinya adalah pemakaian memori yang besar, karena setiap aplikasi menjalankan salinan Chromium masing-masing. Windows Latest membandingkannya dengan WebView di Windows yang berbagi sumber daya dengan Microsoft Edge.

Discord sendiri sudah lama bergulat dengan masalah ini. Pada Desember 2025, PCWorld melaporkan Discord menguji fitur yang memulai ulang aplikasi Windows secara otomatis bila memorinya melewati 4 GB. Restart hanya terjadi bila aplikasi sudah berjalan minimal satu jam, pengguna tidak aktif minimal 30 menit, dan tidak sedang dalam panggilan suara atau video, paling banyak sekali sehari. Seorang karyawan Discord saat itu menyebut pemakaian normal di bawah 1 GB.

Tabel perbandingan Electron, Tauri, dan GPUI: bahasa yang dipakai, cara menampilkan antarmuka, dan contoh aplikasinya

GPUI dan pengalaman Rust di Discord

GPUI dibuat oleh tim di balik editor kode Zed. Di situs resminya, GPUI disebut sebagai kerangka antarmuka untuk Rust yang dipercepat GPU, dan untuk saat ini pengembangannya masih terikat dengan Zed. Menurut ulasan WindowsForum yang merujuk dokumentasi GPUI, kerangka ini menggambar antarmuka langsung dengan GPU, tanpa menyematkan peramban dan tanpa memakai kontrol bawaan sistem operasi. Di Windows, GPUI memakai DirectX 11.

Perbedaan dengan Tauri ada pada cara menampilkan antarmuka. Tauri juga berbasis Rust, tetapi biasanya menampilkan antarmuka web melalui webview sistem operasi. Dengan GPUI, Discord meninggalkan lapisan web untuk sebagian besar aplikasinya. Ini menjelaskan mengapa konfirmasi soal GPUI dianggap lebih penting daripada sekadar kata “Rust”.

Rust juga sudah teruji di sisi server Discord. Dalam tulisan teknis Februari 2020, blog Discord menjelaskan perpindahan layanan Read States, yang mencatat pesan dan kanal yang sudah dibaca setiap pengguna, dari Go ke Rust. Layanan versi Go mengalami lonjakan latensi setiap beberapa menit akibat proses pengumpulan sampah memori (garbage collection). Setelah ditulis ulang dengan Rust, yang membebaskan memori tanpa proses itu, layanan tersebut lebih unggul dalam latensi, pemakaian CPU, dan memori.

Angka 290 MB perlu diuji

Angka 290,2 MB berasal dari satu tangkapan layar Task Manager. Discord belum merilis uji kinerja resmi. Vishnevskiy menambahkan bahwa aplikasi di tangkapan layar itu sedang menjalankan dua akun sekaligus, fitur yang didukung aplikasi baru. WindowsForum menekankan bahwa beban kerja, lama aplikasi berjalan, dan cakupan pengukurannya tidak diketahui, sehingga angka itu belum dapat disebut tolok ukur.

Perbandingan dengan aplikasi lama juga perlu hati-hati. Penulis Windows Latest mencatat aplikasi Electron Discord di komputernya memakai 1 hingga 2 GB saat menganggur. Angka itu adalah pengalaman satu orang, sedangkan Discord pada 2025 melaporkan penurunan memori p95 (persentil ke-95, angka yang tidak dilampaui 95% pengukuran) sebesar 5% setelah serangkaian perbaikan. Kedua angka diukur dengan cara berbeda dan tidak dapat dibandingkan langsung dengan 290,2 MB.

Beberapa hal juga belum dijelaskan Discord. Perusahaan belum menyebut apakah versi peramban Discord ikut berubah, dan belum ada keterangan tentang nasib modifikasi aplikasi buatan pihak ketiga yang dibangun di atas Electron. Windows Latest memperkirakan layar “Starting” saat aplikasi dibuka akan hilang karena aplikasi tidak lagi memuat pustaka Electron, tetapi ini belum dikonfirmasi Discord.

Bagi pengguna, dampaknya terasa di perangkat dengan memori terbatas. Banyak kantor, sekolah, dan pusat layanan masih memakai laptop RAM 8 GB, kapasitas yang juga menjadi sorotan dalam pembaruan Windows 11 26H2 untuk PC RAM 8 GB. Aplikasi komunikasi yang terus berjalan di latar belakang ikut menentukan apakah laptop seperti itu tetap nyaman dipakai.

Apa artinya bagi tim pengembang aplikasi?

Keputusan Discord tidak berarti semua aplikasi Electron harus ditulis ulang. Electron tetap masuk akal untuk aplikasi yang butuh rilis cepat di banyak sistem operasi dengan tim web yang sudah ada. Yang perlu dipelajari adalah cara Discord sampai pada keputusan itu.

Empat langkah sebelum memilih teknologi aplikasi desktop: ukur memori di perangkat target, tetapkan anggaran memori, pisahkan logika inti, lalu pindahkan bertahap

  1. Ukur di perangkat pengguna sebenarnya. Uji aplikasi di laptop yang benar-benar dipakai pengguna, misalnya laptop RAM 8 GB di kantor cabang, selain di komputer tim pengembang. Catat pemakaian memori setelah aplikasi berjalan berjam-jam, karena kebocoran memori sering baru terlihat setelah lama.
  2. Tetapkan anggaran memori sejak awal. Aplikasi yang terus terbuka, seperti aplikasi obrolan, kasir, atau pemantauan antrean, sebaiknya punya batas memori yang disepakati dan diperiksa di setiap rilis.
  3. Pisahkan logika inti dari antarmuka. Discord membagi kode Rust antara desktop dan ponsel, sementara antarmukanya tetap disesuaikan dengan tiap platform. Pola serupa memudahkan perpindahan teknologi di kemudian hari tanpa membongkar seluruh aplikasi.
  4. Pindahkan bertahap dan buktikan dengan data. Discord memakai Rust sejak 2018 di server dan komponen tertentu sebelum memindahkan seluruh aplikasi. Penulisan ulang total berisiko tinggi, jadi mulailah dari bagian yang paling bermasalah dan ukur hasilnya.

Pilihan antara aplikasi web, Electron, Tauri, atau native bergantung pada siapa penggunanya, perangkat apa yang mereka pakai, dan seberapa sering aplikasi diperbarui. Diskusi semacam ini dapat dimulai bersama tim pengembangan aplikasi web atau pengembangan aplikasi mobile yang terbiasa mengukur performa di perangkat pengguna Indonesia.

Pertanyaan yang sering muncul

Kapan aplikasi Discord berbasis Rust tersedia?

Belum ada tanggal rilis. CTO Discord hanya menyebut aplikasi baru diharapkan segera masuk tahap uji coba bersama pengguna, dan Discord belum menerbitkan pengumuman resmi di luar unggahan di X.

Apakah tampilan Discord akan berubah?

Menurut Vishnevskiy, aplikasi baru akan terlihat dan bekerja sama persis dengan aplikasi saat ini. Konten seperti video YouTube dan Activities tetap ditampilkan lewat webview sistem operasi.

Apakah menulis ulang dengan Rust otomatis membuat aplikasi lebih ringan?

Tidak otomatis. Rust memberi kendali lebih besar atas memori dan tidak memakai garbage collection, tetapi hasil akhirnya bergantung pada rancangan aplikasi. Klaim 290,2 MB dari Discord juga masih perlu diuji pihak independen.

Penutup

Langkah Discord menunjukkan bahwa performa aplikasi di perangkat pengguna dapat menjadi alasan cukup kuat untuk mengganti fondasi teknologi, meski prosesnya memakan waktu bertahun-tahun. Bagi organisasi yang aplikasinya dipakai setiap hari di laptop berspesifikasi sederhana, pengukuran memori layak menjadi bagian rutin pengembangan. Tim Merakit siap membantu Anda menimbang teknologi yang paling sesuai untuk aplikasi Anda.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Discord Ganti Electron dengan Rust, Build Awal 290 MB RAM

Topik

  • Pengembangan Aplikasi
  • Discord
  • Rust
  • Aplikasi Desktop
  • Performa Perangkat

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.