Blog Teknologi Pendidikan

Papan Interaktif Digital Sekolah 2026 dan Kesiapan Guru

Ditulis oleh Merakit Indonesia

7 menit baca

Papan Interaktif Digital Sekolah 2026 dan Kesiapan Guru
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Capaian dua tahun program papan interaktif
  2. 2Cara kerja papan interaktif digital
  3. 3Dari pengiriman ke pelatihan guru
  4. 4Apa artinya bagi sekolah dan dinas pendidikan?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

Distribusi papan interaktif digital (PID) ke sekolah pada 2026 baru mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Angka itu disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam taklimat media dua tahun capaian kementerian, berdasarkan data hingga 20 Oktober 2026. Pertanyaan berikutnya ada di kelas: seberapa siap guru dan sekolah memakai perangkat itu.

Capaian dua tahun program papan interaktif

Taklimat media digelar di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026. Menurut ringkasan resmi yang dimuat BPMP Aceh, sebanyak 288.865 sekolah menerima PID pada 2025. Untuk 2026, distribusi baru mencapai 72.258 unit, atau sekitar 9,7 persen dari target tahun ini.

Kementerian juga mencatat dukungan di sekitar perangkat. Akses listrik disediakan bagi 2.389 sekolah, akses internet bagi 8.152 sekolah, dan pendampingan pemanfaatan PID diberikan kepada 126.097 sekolah. Angka yang sama dilaporkan Republika pada 27 Oktober 2026.

Ringkasan capaian di laman BPMP Banten menambahkan bahwa paket 2025 disertai perangkat pendukung berupa laptop dan diska keras. Di bidang kompetensi guru, 53.023 guru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial, sementara mata pelajaran pilihan koding dan AI sudah diterapkan di 20.167 sekolah.

Grafik batang jumlah sekolah penerima papan interaktif digital, pendampingan, akses internet, dan akses listrik hingga 20 Oktober 2026

Ada angka lain yang beredar. Dalam pemaparan dua tahun pemerintahan pada 27 Oktober 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut lebih dari 300 ribu perangkat Interactive Flat Panel telah didistribusikan ke sekolah, seperti dilaporkan Radar TV. Kementerian tidak merinci cara menghitung angka tersebut, sehingga pembaca sebaiknya membandingkannya dengan data per tahun di atas.

Cara kerja papan interaktif digital

PID, yang di dunia internasional dikenal sebagai interactive flat panel (IFP), adalah layar sentuh berukuran besar yang dipasang di kelas. Perangkat ini menggabungkan fungsi papan tulis, proyektor, dan komputer. Guru dapat menulis langsung di layar, menampilkan video atau simulasi, lalu menyimpan catatan pelajaran untuk dibuka lagi.

Umumnya, panel jenis ini dapat dipakai dengan dua cara. Pertama, sebagai komputer mandiri yang menjalankan aplikasi pembelajaran di dalam panel. Kedua, sebagai layar besar untuk laptop guru yang disambungkan lewat kabel atau jaringan nirkabel. Keduanya membutuhkan listrik yang stabil, dan sebagian besar konten modern membutuhkan internet.

Kementerian sudah mengantisipasi sekolah yang belum tersambung. Dalam siaran pers 14 September 2025, Kemendikdasmen menjelaskan bahwa konten interaktif dapat diakses tanpa internet melalui penyimpanan eksternal yang disiapkan khusus, dan sekolah tanpa internet menerima perangkat tambahan. Penerima juga diverifikasi tiga lapis: data Dapodik, validasi dinas pendidikan, dan surat kesediaan dari sekolah.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Gogot Suharwoto menegaskan bahwa perangkat, konten, dan pendampingan harus berjalan bersama: “Ini satu paket. Tidak cukup hanya alat tanpa konten, atau konten tanpa pendampingan.”

Dari pengiriman ke pelatihan guru

Program Digitalisasi Pembelajaran dimulai pada 15 Agustus 2025 untuk 288.865 sekolah. Saat program diluncurkan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto di SMP Negeri 4 Kota Bekasi pada 17 November 2025, siaran pers Kemendikdasmen mencatat 215.572 unit sudah dikirim dan sekitar 173.000 unit sudah tiba di sekolah. Pada saat yang sama, 64.000 guru sudah dilatih dan 1.450 Pejuang Pendidikan Digital bertugas sebagai pendamping.

Tahap berikutnya berfokus pada guru. Pada 14 Februari 2026, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen membuka pelatihan mandiri “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran”. Materinya mencakup pengenalan fitur PID, strategi pedagogi interaktif, dan praktik di kelas. Guru dapat mengaksesnya kapan saja melalui Ruang GTK di Rumah Pendidikan dengan akun belajar.id.

Linimasa program papan interaktif digital dari Agustus 2025 hingga Oktober 2026

Tantangan skala jumlah guru

Skala tantangannya besar. Dalam Tech & Telco Forum 2026 yang diliput CNBC Indonesia pada Mei 2026, Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Arif Jamali menyebut Indonesia memiliki sekitar tiga juta guru. Kementerian sudah mengidentifikasi lebih dari 50.000 guru untuk mempercepat penyebaran program dan memperkuat komunitas guru sebagai jalur belajar.

Arif juga mengingatkan bahwa tanpa peningkatan keterampilan guru, papan interaktif hanya akan berfungsi sebagai pengganti papan tulis biasa. Untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pemerintah menyiapkan listrik dan internet lebih dulu sebelum PID dikirim, dan semua guru di daerah tersebut akan dilatih.

Pemakaian lebih sulit diukur daripada jumlah unit

Jumlah unit yang terkirim mudah dihitung. Pemakaiannya lebih sulit diukur. Sampai sekarang, laporan resmi belum memuat data berapa banyak guru yang sudah rutin memakai PID di kelas, dan liputan Radar TV juga tidak memuat angka tersebut.

Bagi sekolah, sebuah panel yang jarang dinyalakan tetap memerlukan biaya: ruang, listrik, perawatan, dan pembaruan perangkat lunak. Panel yang dipakai setiap hari pun memerlukan pengelolaan akun, penyimpanan materi, dan pemeriksaan kondisi berkala. Tanpa catatan yang rapi, kerusakan kecil seperti layar sentuh yang tidak responsif dapat membuat perangkat menganggur berbulan-bulan.

Papan interaktif pada dasarnya adalah perangkat terhubung. Ia memiliki sistem operasi, terhubung ke jaringan sekolah, dan menyimpan berkas pelajaran. Karena itu, cara mengelolanya mirip dengan cara organisasi mengelola armada laptop atau perangkat IoT: setiap unit perlu tercatat, diperbarui, dan dipantau. Prinsip ini juga yang kami pakai saat merancang solusi teknologi pendidikan untuk sekolah dan dinas.

Apa artinya bagi sekolah dan dinas pendidikan?

Sekolah yang sudah atau akan menerima PID dapat menyiapkan empat hal berikut.

  1. Catat setiap perangkat. Simpan nomor seri, lokasi ruang, tanggal terima, dan kondisi awal setiap panel. Catatan ini memudahkan klaim garansi dan pelaporan ke dinas.
  2. Siapkan konten yang dapat dipakai tanpa internet. Salin materi dari penyimpanan eksternal atau Rumah Pendidikan ke penyimpanan lokal, terutama untuk kelas dengan sinyal lemah. Buat jadwal pembaruan materi setiap semester.
  3. Atur akun dan keamanan. Biasakan guru masuk dengan akun belajar.id masing-masing dan keluar setelah kelas. Panel yang dipakai bergantian rawan menyimpan akun pribadi atau berkas siswa. Pasang pembaruan perangkat lunak yang dirilis produsen.
  4. Pantau pemakaian. Catat berapa jam panel dipakai per minggu dan oleh guru mana. Data ini membantu kepala sekolah menentukan guru yang perlu pendampingan dan membuktikan manfaat perangkat saat evaluasi.

Empat langkah praktis sekolah agar papan interaktif digital benar-benar dipakai

Dinas pendidikan dapat mengumpulkan data serupa dari banyak sekolah dalam satu dasbor. Dengan data itu, dinas dapat melihat sekolah yang panelnya jarang dipakai, mengirim pendamping ke tempat yang tepat, dan menghitung kebutuhan listrik serta internet secara lebih akurat. Pemantauan perangkat dari jarak jauh seperti ini adalah bagian dari layanan Internet of Things, yang juga dipakai di sektor lain untuk mengelola mesin dan sensor.

Pengalaman sekolah dalam menyiapkan ujian berbasis komputer juga dapat dimanfaatkan. Pelajaran dari gladi bersih TKA 2026, seperti memeriksa jaringan dan perangkat jauh sebelum hari pelaksanaan, berlaku juga untuk papan interaktif.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya papan interaktif digital dengan proyektor?

Proyektor hanya menampilkan gambar dari komputer ke dinding atau layar. Papan interaktif digital adalah layar sentuh yang dapat menjalankan aplikasi sendiri, sehingga guru dan siswa dapat menulis, menggeser objek, dan menyimpan catatan langsung di layar.

Apakah papan interaktif digital dapat dipakai tanpa internet?

Dapat, untuk konten yang sudah tersimpan. Kemendikdasmen menyatakan konten interaktif dapat diakses tanpa internet melalui penyimpanan eksternal yang disiapkan khusus. Namun, panel tetap membutuhkan listrik, dan pembaruan konten maupun perangkat lunak lebih mudah dilakukan dengan internet.

Bagaimana guru dapat mengikuti pelatihan PID?

Guru dapat mengikuti pelatihan mandiri “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran” melalui Ruang GTK di Rumah Pendidikan dengan akun belajar.id. Sekolah juga dapat meminta pendampingan melalui program yang dijalankan kementerian.

Penutup

Distribusi papan interaktif digital pada 2026 masih jauh dari target, tetapi sekolah yang sudah menerima perangkat dapat mulai menata pemakaiannya sekarang. Pencatatan, konten luring, pengelolaan akun, dan pemantauan pemakaian adalah pekerjaan sederhana yang menentukan apakah panel benar-benar membantu belajar. Kalau sekolah atau dinas Anda sedang menyiapkan sistem pengelolaan perangkat kelas, tim Merakit siap berdiskusi.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Papan Interaktif Digital Sekolah 2026 dan Kesiapan Guru

Topik

  • Teknologi Pendidikan
  • Papan Interaktif Digital
  • Sekolah
  • Pelatihan Guru
  • Perangkat Terhubung

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.