Blog Pengiriman Ponsel
Pengiriman Ponsel Turun 22 Persen, Harga Perangkat Terdampak
Daftar isi· 7 bagian
Pengiriman ponsel global pada kuartal III 2026 turun sekitar 20 hingga 22 persen dibandingkan tahun lalu, menurut data awal Counterpoint Research dan IDC. Penyebab utamanya adalah harga chip memori yang melonjak. Produsen menaikkan harga ponsel, dan lembaga riset belum melihat pemulihan sebelum 2028.
Pengiriman turun 20 hingga 22 persen
IDC mencatat pengiriman ponsel global pada Juli hingga September 2026 mencapai 255,3 juta unit. Angka itu turun 22,0 persen dari 327,3 juta unit pada kuartal yang sama tahun lalu. IDC menyebutnya penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat untuk satu kuartal. Data tersebut masih bersifat awal dan hanya menghitung perangkat baru bermerek, tanpa penjualan OEM dan perangkat bekas yang diperbarui.
Counterpoint Research menghitung penurunan 20 persen dan menyebut kuartal III 2026 sebagai yang terlemah sejak 2012. Menurut Counterpoint, harga ritel ponsel global naik sekitar 20 persen sepanjang 2026. Omdia, yang dikutip The Register, juga memperkirakan penurunan 20 persen pada kuartal yang sama.
Perbedaan angka antarlembaga wajar terjadi. Ketiganya memakai metodologi yang berbeda, dan Counterpoint menghitung pengiriman ke jalur distribusi (sell-in), yaitu ponsel yang dikirim ke penyalur, bukan yang sudah sampai ke pembeli. Karena itu angka-angka ini menggambarkan arah pasar, dan belum berarti jumlah ponsel yang terjual ke konsumen akhir.
Data kuartal III khusus Indonesia belum kami temukan dari sumber yang kami baca. Pembaca di Indonesia tetap perlu memperhatikannya, karena harga komponen ditentukan oleh pasar global yang sama.
Merek Tiongkok paling tertekan
Penurunan tidak merata. Dalam tabel IDC, Samsung mengirim 57,8 juta unit (turun 5,8 persen) dan Apple 57,3 juta unit (turun 4,0 persen). Xiaomi turun 29,2 persen menjadi 30,7 juta unit, OPPO turun 34,5 persen menjadi 25,6 juta unit, dan vivo turun 31,5 persen menjadi 19,1 juta unit.

Wakil presiden IDC Francisco Jeronimo menyatakan merek Tiongkok menghadapi masa sulit karena porsi besar ponsel kelas bawah dalam penjualan mereka, sehingga harus memilih antara menjaga margin dan mempertahankan volume. Counterpoint mencatat ketiganya menaikkan harga. Xiaomi juga mengurangi kehadiran di pasar luar negeri non-inti berharga murah, sedangkan OPPO menggabungkan operasi OPPO, realme, dan OnePlus. Vivo menghadapi keterbatasan stok yang menahan pengiriman.
Samsung dan Apple relatif bertahan. Counterpoint mencatat pangsa Samsung 23 persen dan Apple 22 persen, dan itu pertama kalinya Apple melampaui 20 persen pada kuartal III. Menurut Counterpoint, permintaan Galaxy Z Fold8 dan pasokan seri Galaxy A yang stabil membantu Samsung. Apple tidak memiliki iPhone 18 standar sehingga pengisian saluran distribusi awal lebih kecil, tetapi iPhone 18 Pro diluncurkan lebih kuat daripada pendahulunya, terutama di Tiongkok dan India. Omdia menghitung keduanya bersama-sama menguasai sekitar 45 persen pengiriman global, naik sekitar 8 poin persentase dalam setahun.
Memori beralih ke pusat data AI
Penyebab utamanya ada pada chip memori, yaitu DRAM dan NAND. IDC menyatakan biaya memori naik sekitar 350 persen sejak tahun lalu dan masih meningkat, meskipun lajunya melambat: kenaikan kuartal III berada di kisaran belasan persen dibanding kuartal sebelumnya, sedangkan kuartal-kuartal sebelumnya naik 50 hingga 100 persen.
Laporan IDXChannel pada Juli, yang merujuk Counterpoint, menyebut pemasok memori mengutamakan pelanggan pusat data AI dibanding produsen elektronik konsumen. Akibatnya biaya komponen naik, dan produsen meneruskannya ke harga, terutama untuk ponsel kelas bawah dan menengah. Omdia menambahkan bahwa sebagian produsen memakai panel layar, sensor, atau modul radio yang lebih murah untuk menutup kenaikan biaya memori.
Prospeknya belum membaik. Direktur riset IDC Nabila Popal menyatakan, “Current indicators suggest that the market has not yet reached the bottom.” Menurut IDC, pertumbuhan pasar akan tertahan sepanjang 2027 dan pemulihan paling cepat terjadi pada 2028. Analis Omdia Runar Bjorhovde juga tidak memperkirakan kelegaan krisis memori sebelum 2028. Omdia memproyeksikan pengiriman turun 12 persen pada 2026 dan 6 persen lagi pada 2027.

IDC juga mencatat risiko lain. Sebagian produsen menambah produksi lebih awal karena memperkirakan pasokan komponen semakin ketat pada 2027. Bila permintaan tetap lemah, penumpukan stok dapat menekan proyeksi IDC untuk 2027. Counterpoint memperkirakan produsen akan memangkas produksi, merampingkan lini produk, dan memusatkan perhatian pada perangkat premium.
Apa artinya bagi toko dan organisasi pengguna perangkat?
Kenaikan biaya memori berdampak pada siapa pun yang membeli ponsel dalam jumlah banyak, dari toko ponsel hingga sekolah dan dinas. Perubahan ini terjadi pada harga, ketersediaan model, dan umur pakai perangkat. Beberapa langkah dapat dipertimbangkan.
Hitung ulang anggaran dan jadwal pembelian
Counterpoint memperkirakan segmen yang peka harga menghadapi tekanan lanjutan, sehingga anggaran pengadaan yang disusun tahun lalu perlu dihitung ulang. IDC menyarankan konsumen yang tidak dapat menunda pembelian memanfaatkan promosi akhir tahun, sebab menunggu harga turun belum didukung proyeksi apa pun. Pembelian bertahap lebih aman daripada satu pesanan besar, apalagi bila ketersediaan model dapat berubah.
Perpanjang umur perangkat yang ada
Bila ponsel baru semakin mahal, perangkat lama akan dipakai lebih lama. Baterai, ruang penyimpanan, dan pembaruan sistem perlu dirawat. Tim aplikasi juga perlu menguji aplikasi di ponsel berkapasitas memori kecil. Aplikasi yang hemat memori tetap berjalan baik di perangkat lama, dan layanan pengembangan aplikasi seluler dapat membantu menyusun pengujian semacam itu. Pembahasan lain mengenai kesiapan aplikasi di perangkat baru ada di artikel kami tentang iPhone Duo.
Sesuaikan stok dan harga di toko
Pengelola toko ponsel dan aksesori perlu memantau perubahan harga dari distributor lebih sering. Model murah dari merek yang paling tertekan dapat menipis, sehingga stok dan harga jual perlu diperbarui cepat. Sistem kasir dan stok yang menyimpan harga beli secara terpisah membantu menghitung margin yang sebenarnya. Pembahasan lebih lanjut ada di halaman solusi manajemen ritel.
Uji layanan pada perangkat beragam
Sekolah yang menjalankan ujian digital sering mengandalkan perangkat milik siswa atau perangkat sekolah yang sudah lama. Aplikasi ujian perlu diuji pada spesifikasi terendah yang digunakan, dan cadangan perangkat perlu disiapkan. Informasi tentang kebutuhan sektor ini tersedia di halaman solusi teknologi pendidikan.

Pertanyaan yang sering muncul
Mengapa harga ponsel naik padahal pengiriman turun?
Karena biaya komponen naik lebih cepat daripada permintaan melemah. IDC menyatakan biaya memori melonjak sekitar 350 persen sejak tahun lalu, dan Counterpoint mencatat harga ritel global naik sekitar 20 persen sepanjang 2026. Produsen meneruskan biaya itu ke konsumen, sehingga harga tetap naik meskipun volume turun.
Apakah harga akan turun dalam waktu dekat?
Lembaga riset tidak memproyeksikan hal itu. IDC dan Omdia sama-sama memperkirakan kelegaan paling cepat pada 2028. Laju kenaikan biaya memori memang melambat pada kuartal III, tetapi biayanya belum turun.
Apakah angka IDC dan Counterpoint saling bertentangan?
Tidak. IDC mencatat penurunan 22 persen dan Counterpoint 20 persen, dengan metodologi berbeda dan data yang sama-sama masih awal. Keduanya menunjukkan arah yang sama, yaitu kuartal III terlemah dalam catatan IDC dan terlemah sejak 2012 menurut Counterpoint.
Penutup
Krisis memori menunjukkan bahwa harga ponsel turut ditentukan oleh permintaan chip dari pusat data AI. Toko, sekolah, dan instansi yang membeli perangkat dalam jumlah besar perlu merencanakan anggaran dengan asumsi harga tetap tinggi sampai 2027. Bila organisasi Anda ingin memastikan aplikasinya tetap berjalan baik di perangkat yang ada, tim Merakit siap berdiskusi lewat halaman layanan kami.