Blog Pusat Data

Pusat Data Daerah Lamongan dan Kapasitas Nasional

Ditulis oleh Merakit Indonesia

6 menit baca

Pusat Data Daerah Lamongan dan Kapasitas Nasional
Daftar isi· 6 bagian
  1. 1Pusat data TSN dan simpul IIX-JI
  2. 2Kapasitas nasional dan pembiayaannya
  3. 3Apa artinya bagi dinas dan pelaku usaha daerah?
  4. 4Pertanyaan yang sering muncul
  5. 5Penutup
  6. 6Sumber

Sebuah pusat data daerah baru dibuka di Lamongan, Jawa Timur, oleh PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN), perusahaan yang dibentuk 13 perusahaan teknologi anggota APJII Jawa Timur. Pada saat yang sama, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menyebut kapasitas pusat data yang beroperasi di Indonesia sekitar 540 MW dan diperkirakan melampaui 1.000 MW pada 2030.

Pusat data TSN dan simpul IIX-JI

Menurut w.media, pusat data TSN diresmikan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pendirinya adalah 13 perusahaan teknologi dari Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Jombang, yang semuanya tergabung dalam APJII Jawa Timur. Sekitar 70 perusahaan sudah memasang perangkat di sana dan menempati total 14 rak server. TSN berencana menarik lebih banyak pelanggan dan memperluas layanan untuk wilayah sekitarnya.

Bersamaan dengan pembukaan itu, TSN melakukan peluncuran awal IIX-JI, sebuah simpul pertukaran internet. ANTARA menyebut simpul ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas jaringan lokal.

Cara kerja simpul pertukaran internet

Penyedia jasa internet (ISP) pada dasarnya saling menyambungkan jaringan agar data pelanggan sampai ke tujuan. Bila dua ISP di kota yang sama tidak punya titik temu setempat, lalu lintas data antarpelanggan mereka kerap harus melewati kota besar terlebih dahulu. Simpul pertukaran internet menyediakan titik temu itu. Dengan IIX-JI di Lamongan, ISP di wilayah tersebut dapat saling bertukar trafik secara lokal, tanpa memutar lewat rute di kota besar, seperti dijelaskan w.media.

Direktur Utama TSN menyatakan bahwa akses tidak selalu perlu melewati Jakarta atau Surabaya terlebih dahulu. Ketua APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan mengaitkan pembangunan pusat data di luar kota besar dengan upaya mengatasi sebaran infrastruktur digital yang belum merata.

Sumber yang kami baca tidak menyebut kapasitas daya fasilitas TSN, nilai investasinya, maupun tingkat sertifikasinya. Angka-angka itu belum diumumkan dan sebaiknya diminta langsung dari pengelola bila Anda mempertimbangkan layanannya.

Kapasitas nasional dan pembiayaannya

Dalam acara peluncuran tersebut, Muhammad Arif menyampaikan bahwa kapasitas pusat data yang telah beroperasi secara nasional mencapai sekitar 540 MW. APJII memperkirakan angka itu melampaui 1.000 MW pada 2030. Menurut Arif, permintaan masih tinggi dan banyak penyedia memperkirakan kapasitasnya penuh dalam beberapa tahun ke depan, sehingga fasilitas baru perlu dibangun. Ia juga menilai pembangunan perlu disebar ke berbagai daerah agar penyimpanan dan pengolahan data tidak bergantung pada kawasan metropolitan saja.

Kapasitas pusat data Indonesia: sekitar 540 MW beroperasi saat ini dan proyeksi lebih dari 1.000 MW pada 2030 menurut APJII

Arif menambahkan bahwa pusat data daerah berpotensi mendorong usaha penyedia jasa internet, membuka lapangan kerja bidang TI, dan menggerakkan sektor pendukung seperti jaringan kabel dan telekomunikasi. Fasilitas di Lamongan disebutnya bagian dari pengembangan infrastruktur digital Jawa Timur, yang juga mencakup fasilitas skala menengah dan edge data center di sejumlah daerah.

Bank mulai ikut membiayai

Pada pekan yang sama, Kontan melaporkan bahwa BNI menyalurkan kredit Rp10,75 triliun kepada PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Dana itu untuk mengambil alih dan mengembangkan pusat data di Jababeka serta membangun pusat data di Batang, dengan tenor hingga enam tahun. BNI menyebut pembiayaan pusat data sebagai kredit sektor produktif yang strategis, mengingat kebutuhan infrastruktur digital, daya komputasi, dan AI terus naik.

Kontan juga mencatat risikonya. Pusat data membutuhkan modal besar dan bergantung pada pasokan listrik, teknologi, dan kepastian penyewa. Risiko tertinggi muncul selama konstruksi, sebelum arus kas terbentuk, dan menurun setelah fasilitas beroperasi dengan hunian serta kontrak yang stabil. Bank juga menyebut kendala daya, dampak lingkungan, dan kebutuhan air. Trioksa Siahaan dari LPPI menyatakan: “Itu tidak cukup dikompensasi hanya dengan bunga tinggi.” Menurut Kontan, Bank of America menilai permintaan sering datang dari luar negara tempat fasilitas berdiri.

Isu air dan lingkungan sudah menjadi sorotan di dalam negeri. Kami membahas contohnya dalam artikel pusat data AI Jatiluhur yang dihentikan. Fasilitas yang lebih kecil dan tersebar seperti di Lamongan tidak otomatis lebih ringan dampaknya, sehingga data daya dan air tiap fasilitas tetap layak diminta secara terbuka.

Apa artinya bagi dinas dan pelaku usaha daerah?

Bagi dinas, sekolah, rumah sakit, dan perusahaan di luar kota besar, kehadiran pusat data daerah membuka pilihan baru untuk menaruh sistem dan data. Pilihan itu perlu dinilai dengan daftar periksa yang sama seperti penyedia mana pun.

Empat langkah menilai pusat data daerah: peta data, uji sambungan, periksa jaminan layanan, siapkan cadangan lintas lokasi

  1. Petakan data Anda. Pisahkan sistem yang harus tersedia setiap saat dari data arsip yang dapat menunggu. Data pribadi warga atau pasien perlu diperlakukan sesuai UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
  2. Uji sambungan dari lokasi Anda. Cara termudah adalah mencoba layanan dari kantor atau sekolah sendiri dan membandingkannya dengan lokasi di kota besar, sebab keuntungan lokasi baru terbukti lewat pengukuran.
  3. Minta dokumen layanan. Tanyakan jaminan ketersediaan, sumber daya listrik, sistem pendingin, dan sertifikasi fasilitas. Informasi ini belum diumumkan untuk TSN dalam liputan yang kami baca.
  4. Siapkan cadangan di lokasi berbeda. Satu pusat data, sebesar apa pun, tetap satu titik. Salinan data di lokasi lain mengurangi dampak gangguan listrik atau jaringan setempat.

Contoh penerapan di daerah

Sebuah sekolah yang menjalankan ujian daring dari server sendiri di ruang kantor dapat mempertimbangkan penempatan di pusat data terdekat, selama sambungan dan jaminan layanannya terbukti baik. Rumah sakit dan klinik perlu lebih berhati-hati karena data pasien termasuk data pribadi yang sensitif dan layanan tidak boleh terputus. Toko dan UMKM yang memakai kasir daring biasanya cukup dengan layanan komputasi awan umum, sehingga lokasi fisik server jarang menjadi pertimbangan utama.

Bagi ISP kecil, nilai terbesar ada pada simpul pertukaran. Pelanggan yang saling terhubung di wilayah yang sama dapat dilayani lewat jalur lokal, sehingga ketergantungan pada satu rute ke kota besar berkurang. Seberapa besar manfaat itu perlu diukur oleh masing-masing ISP setelah IIX-JI beroperasi penuh, karena peluncurannya baru bersifat awal.

Bila organisasi Anda berencana memindahkan sistem, layanan komputasi awan Merakit dapat membantu menyusun arsitektur yang memadukan lokasi daerah dan kota besar. Untuk instansi pemerintah daerah, kebutuhan penempatan data juga terkait dengan solusi pemerintahan digital dan aturan penyimpanan data yang berlaku.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu simpul pertukaran internet seperti IIX-JI?

Simpul pertukaran internet adalah titik tempat beberapa ISP menyambungkan jaringannya dan bertukar trafik secara langsung. IIX-JI diluncurkan awal di pusat data TSN Lamongan agar ISP di wilayah itu dapat bertukar trafik secara lokal.

Berapa kapasitas pusat data di Indonesia?

Menurut Ketua Umum APJII, kapasitas yang beroperasi secara nasional saat ini sekitar 540 MW, dan diperkirakan melampaui 1.000 MW pada 2030. Angka ini merupakan proyeksi asosiasi.

Apakah pusat data TSN sudah dapat dipakai umum?

Menurut w.media, sekitar 70 perusahaan sudah memasang perangkat di 14 rak, dan TSN berencana menambah pelanggan. Ketentuan layanan, harga, dan sertifikasi belum diumumkan dalam sumber yang kami baca.

Penutup

Angka 540 MW dan proyeksi 1.000 MW memberi gambaran skala kebutuhan, sedangkan fasilitas daerah seperti TSN memperlihatkan bagaimana kebutuhan itu mulai dijawab oleh pelaku lokal. Keduanya masih perlu dipantau perkembangannya, terutama pada keterbukaan data daya dan air tiap fasilitas.

Pembukaan pusat data di Lamongan menunjukkan bahwa infrastruktur digital mulai dibangun oleh pelaku lokal di luar Jabodetabek. Nilai fasilitas seperti ini baru terbukti setelah data daya, air, ketersediaan layanan, dan kualitas sambungannya dapat diuji. Jika organisasi Anda sedang menimbang lokasi penempatan sistem, tim Merakit dapat membantu menyusun kriteria penilaiannya.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Pusat Data Daerah Lamongan dan Kapasitas Nasional

Topik

  • Pusat Data
  • Infrastruktur Cloud
  • Pemerintahan Digital
  • Konektivitas Internet
  • Pusat Data Daerah

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.