Blog Kecerdasan Buatan
AI ModelHub Telkom: Akses Model AI dan Kendali Data Instansi
Daftar isi· 7 bagian
TelkomGroup meluncurkan AI ModelHub bersama tiga kapabilitas lain yang disebut Sovereign Digital Technology di Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. AI ModelHub menjanjikan satu pintu akses ke berbagai model AI dengan kendali atas data strategis nasional. Bagi instansi dan BUMN, pertanyaannya kini bergeser ke rincian layanan.
Empat kapabilitas yang diluncurkan
Peluncuran dilakukan di hari pertama DTIIF 2026, forum investasi teknologi yang digelar Danantara pada 26 hingga 28 Oktober dengan tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”. Menurut ANTARA, peluncuran itu dihadiri Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, Direktur IT Digital Telkom Kharim I. G. Siregar, dan Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji.
Keempat kapabilitas itu mencakup lapisan yang berbeda, dari gedung tempat komputasi berjalan sampai pasar tempat UMKM berjualan:
- AI Ready Data Center. Dikembangkan NeutraDC, anak usaha TelkomGroup, sebagai fondasi komputasi AI di Indonesia dan Asia Tenggara. Telkom menyebut aspirasi kapasitasnya hingga 1 gigawatt.
- AI ModelHub. Menyediakan akses ke berbagai model AI dalam satu platform, dengan tetap menjaga kendali atas data strategis nasional.
- National IoT Platform. Dikembangkan Telkomsel, menggabungkan konektivitas perangkat IoT dengan analitik berbasis AI. Menurut TelkomGroup, platform ini mendukung sekitar tiga juta perangkat IoT di Indonesia untuk pemantauan, keamanan, dan produktivitas.
- PaDiSera. Marketplace nasional yang diluncurkan Danantara di atas teknologi PaDi UMKM. Sejak 2020, PaDi UMKM disebut telah membantu lebih dari 190.000 UMKM memasok kebutuhan BUMN. PaDiSera memperluas akses itu ke pasar ritel.
CNN Indonesia mencatat angka dan pembagian peran yang sama. Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menjelaskan arah besarnya. “Kemandirian digital perlu dibangun melalui penguasaan fondasi teknologi secara menyeluruh,” katanya, seperti dikutip ANTARA.
Cara kerja AI ModelHub
Istilah model hub merujuk pada satu pintu masuk untuk memakai banyak model AI. Pengembang aplikasi tidak perlu membuat akun dan integrasi terpisah untuk setiap penyedia model. Mereka cukup terhubung ke satu platform, lalu memilih model yang sesuai dengan tugasnya, misalnya model besar untuk merangkum dokumen panjang atau model kecil yang lebih hemat untuk menjawab pertanyaan rutin.
Dalam sesi pleno hari kedua DTIIF, Selasa, 27 Oktober 2026, Nanang menjelaskan bahwa ModelHub menyediakan akses dan tata kelola untuk tiga jenis model. Menurut CNBC Indonesia, ketiganya adalah model global, model berdaulat, dan model yang dirancang untuk kebutuhan industri tertentu. Platform ini juga disebut mendukung pengembangan aplikasi dan kasus penggunaan AI.

Bagian tata kelola ini penting bagi organisasi. Satu pintu akses memudahkan pencatatan siapa memakai model apa, dengan data apa, dan berapa biayanya. Hal yang sama sulit dilakukan bila setiap tim berlangganan layanan AI sendiri-sendiri.
Model berdaulat umumnya berarti model yang dikembangkan, dikendalikan, dan dijalankan di dalam negeri, sehingga data yang diproses tidak harus keluar dari yurisdiksi Indonesia. Telkom belum merinci model berdaulat mana yang akan tersedia, apakah model buatan Telkom sendiri atau mitra, serta di pusat data mana model itu dijalankan.
Pusat data dan jaringan sebagai fondasi
ModelHub bergantung pada komputasi yang dijalankan di pusat data. Menurut pemaparan Nanang yang dilaporkan IndoTelko, NeutraDC mengoperasikan kapasitas pusat data 48,4 MW per kuartal III 2026 di Indonesia dan Asia Tenggara. Angka 1 gigawatt yang disebut saat peluncuran adalah aspirasi jangka panjang, dan belum disertai jadwal.
Telkom juga memaparkan jaringan yang menghubungkan pengguna ke pusat data itu: kapasitas satelit 42,2 Gbps, jaringan serat optik dan kabel laut lebih dari 211.000 km, serta 58 titik kehadiran internasional. Nanang menyebut pusat data AI membutuhkan pasokan energi dan sistem pendingin yang andal agar dapat memenuhi kebutuhan komputasinya.
Bagi pengguna, susunan ini penting karena kedaulatan data ditentukan oleh tempat data diproses dan disimpan. Model yang diakses lewat platform dalam negeri tetap dapat berjalan di server luar negeri bila penyedianya tidak menjalankan model itu secara lokal. Karena itu, lokasi pemrosesan perlu ditanyakan secara spesifik untuk setiap model.
Pembahasan pusat data di DTIIF tahun ini juga menyentuh rantai pasoknya. Danantara memaparkan rencana merancang chip dan perangkat pusat data buatan lokal pada forum yang sama.
Paparan tentang biaya dan adopsi AI
Dalam sesi yang sama, Nanang memaparkan sejumlah angka tentang ekonomi AI. Ia menyebut biaya per kueri AI turun sekitar 280 kali sejak 2022, sementara penggunaan AI di Google naik tujuh kali lipat dalam setahun. Menurutnya, ketika biaya turun, konsumsi dapat tumbuh lebih cepat, sehingga peluang terbesar ada pada infrastruktur yang menopang pemakaian AI secara luas.
Ia juga mengutip angka yang lebih hati-hati: 95 persen proyek percontohan AI generatif belum berdampak pada laba-rugi perusahaan, hanya 25 persen perusahaan mencapai imbal hasil investasi sesuai harapan, dan baru 21 persen yang merancang ulang alur kerjanya untuk memanfaatkan AI. Pemberitaan yang kami baca tidak menyebut sumber riset asli angka-angka tersebut.

Angka itu relevan bagi instansi pemerintah. Banyak proyek AI berhenti di tahap uji coba karena tidak terhubung dengan proses kerja yang nyata. Akses ke model yang lebih banyak tidak otomatis menyelesaikan masalah tersebut.
Nanang juga menyebut peran pemerintah dalam memberi kepastian regulasi, termasuk soal kedaulatan data dan identitas agen AI. Agen AI adalah sistem yang dapat menjalankan rangkaian tugas sendiri, misalnya memeriksa berkas lalu meneruskannya ke petugas.
Apa artinya bagi instansi dan BUMN?
Hingga artikel ini ditulis, Telkom belum mengumumkan daftar model, harga, skema langganan, jadwal ketersediaan umum, maupun syarat bagi pengguna di luar TelkomGroup. Karena itu, langkah yang paling masuk akal bagi dinas, kementerian, rumah sakit daerah, atau BUMN adalah menyiapkan daftar pertanyaan dan kebutuhan sendiri, sehingga penilaian dapat dilakukan begitu rinciannya tersedia.
Klasifikasikan data lebih dulu. Tentukan data mana yang boleh diproses model global, mana yang harus tetap di dalam negeri, dan mana yang sama sekali tidak boleh dikirim ke layanan AI. Data kependudukan, data kesehatan, dan dokumen pengadaan biasanya masuk kategori paling ketat.
Tanyakan lokasi pemrosesan untuk setiap model. Label “berdaulat” pada platform belum menjamin semua model di dalamnya berjalan di Indonesia. Minta keterangan tertulis tentang lokasi server, apakah data dipakai untuk melatih model, dan berapa lama data disimpan.

Siapkan pencatatan pemakaian. Satu pintu akses memudahkan audit bila log pemakaian dapat diekspor ke sistem internal. Pastikan ada pembatasan akses per unit kerja dan laporan biaya per aplikasi.
Mulai dari satu layanan yang jelas. Pilih proses yang volumenya tinggi dan aturannya jelas, misalnya menjawab pertanyaan warga tentang syarat perizinan atau merangkum laporan kegiatan. Ukur hasilnya sebelum memperluas. Pendekatan pemerintahan digital yang bertahap seperti ini membantu proyek keluar dari tahap percontohan.
Bagi tim pengembang, aplikasi sebaiknya dirancang agar tidak terkunci pada satu penyedia. Lapisan penghubung yang memisahkan logika aplikasi dari pemanggilan model memungkinkan instansi berpindah model atau platform tanpa membangun ulang seluruh sistem. Prinsip ini berlaku di layanan kecerdasan buatan mana pun, termasuk ModelHub.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah AI ModelHub Telkom sudah bisa dipakai publik?
Belum ada pengumuman resmi tentang ketersediaan umum, harga, atau cara mendaftar. Pemberitaan yang ada baru menjelaskan fungsi dan jenis model yang akan didukung.
Apa yang dimaksud model berdaulat?
Dalam konteks ini, model berdaulat adalah model AI yang dikembangkan dan dikendalikan di dalam negeri, sehingga data yang diprosesnya dapat tetap berada di yurisdiksi Indonesia. Telkom belum menyebut model berdaulat mana yang akan masuk ModelHub.
Apakah kapasitas pusat data AI Telkom sudah 1 gigawatt?
Belum. Kapasitas yang beroperasi per kuartal III 2026 adalah 48,4 MW menurut paparan Dirut Telkom. Angka 1 gigawatt disebut sebagai aspirasi pengembangan.
Penutup
Peluncuran AI ModelHub dan tiga kapabilitas lainnya menunjukkan arah yang jelas: penyedia infrastruktur dalam negeri ingin menjadi pintu utama pemakaian AI di Indonesia. Nilainya bagi instansi akan ditentukan oleh rincian yang belum diumumkan, terutama lokasi pemrosesan dan tata kelola data. Bila organisasi Anda sedang menimbang platform AI dan arsitektur cloud yang menjaga kendali data, tim Merakit siap membantu menyusun kebutuhan dan menguji pilihannya.
Sumber
- TelkomGroup kembangkan empat kapabilitas teknologi digital berdaulat, ANTARA Kepri, 28 Oktober 2026
- TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026, CNN Indonesia, 27 Oktober 2026
- Dirut Telkom Ungkap Potensi Pengembangan Industri AI di Masa Depan, CNBC Indonesia, 29 Oktober 2026
- Telkom siapkan fondasi AI lewat pusat data, konektivitas, dan ModelHub, IndoTelko, 30 Oktober 2026