Blog Pengembangan Aplikasi Mobile

Siri AI Dibuka untuk Semua Aplikasi lewat App Intents

Ditulis oleh Alfina Putri

8 menit baca

Siri AI Dibuka untuk Semua Aplikasi lewat App Intents
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Isi pengumuman Apple
  2. 2Cara kerja App Intents sebagai alat bagi Siri
  3. 3Alat uji dan batasan masa pratinjau
  4. 4Bahasa Indonesia belum masuk daftar
  5. 5Apa artinya bagi tim aplikasi mobile?
  6. 6Pertanyaan yang sering muncul
  7. 7Sumber

Apple membuka Siri AI untuk semua developer pada 3 November 2026 lewat Siri AI Developer Preview di versi beta iOS 27.3, iPadOS 27.3, macOS 27.3, dan visionOS 27.3. Melalui App Intents, aplikasi pihak ketiga kini dapat menyerahkan aksi dan kontennya sendiri kepada Siri AI, tanpa harus masuk ke kategori bawaan Apple.

Perubahan ini membuat pengguna dapat meminta Siri memeriksa pengiriman, memesan tempat, atau membuat pesanan di aplikasi favoritnya dengan kalimat sehari-hari. Fiturnya belum sampai ke pengguna umum, dan pengiriman ke App Store baru dibuka pada musim semi. Tulisan ini membahas isi pengumuman, cara kerjanya, batasan masa pratinjau, dan persiapan yang masuk akal bagi tim aplikasi di Indonesia.

Isi pengumuman Apple

Pengumuman disampaikan lewat Apple Developer News bersamaan dengan rilis beta pertama sistem operasi versi 27.3. Apple menyebut Siri AI sebagai versi Siri yang sepenuhnya baru, lebih mampu bercakap, dan memahami konteks pribadi penggunanya. Menurut Apple, ribuan developer sudah membangun integrasi dengan Siri untuk keperluan seperti petunjuk arah, daftar tugas, pesan, dan buku audio.

Selama ini, Siri hanya dapat menangani fungsi dan data aplikasi yang cocok dengan domain skema bawaan Apple, misalnya pesan atau jurnal. Dokumentasi Siri AI Developer Preview menjelaskan bahwa batas itu kini dilonggarkan: Siri dapat memahami konteks, menemukan konten, dan menjalankan aksi khusus milik aplikasi, selama aplikasi menyediakannya secara eksplisit lewat App Intents.

Apple merangkum tujuannya dalam satu kalimat di pengumuman tersebut: “Siri AI carries out any custom action you’ve built, from checking a delivery to booking a reservation to placing an order.” Apple juga menyatakan Siri AI kini dapat menampilkan entitas apa pun yang ada di indeks semantik Spotlight, tidak terbatas pada entitas yang sesuai skema.

Apple sudah lebih dulu menerapkan kemampuan ini di aplikasinya sendiri, antara lain Calendar, Files, Mail, Maps, Notes, Reminders, dan Safari. Menurut ChannelLife, contohnya mencakup merapikan berkas, mengelompokkan tab Safari, dan membuat entri Journal lewat Siri.

Cara kerja App Intents sebagai alat bagi Siri

App Intents adalah kerangka kerja Apple untuk menjelaskan aksi (intent) dan data (entity) sebuah aplikasi kepada sistem. Kerangka kerja yang sama sudah dipakai untuk Shortcuts dan Spotlight. Dalam pratinjau ini, developer menandai intent yang ingin dibuka dengan makro @AppIntent(.tool), sehingga intent tersebut menjadi alat (tool) yang dapat dipanggil Siri.

Menurut panduan Apple untuk aksi khusus, Siri mengandalkan judul dan deskripsi setiap intent dan parameternya untuk memahami fungsinya serta membedakannya dari intent lain. Entitas aplikasi, misalnya produk, pesanan, atau akun, juga perlu diberi deskripsi dan dimasukkan ke indeks Spotlight agar dapat ditemukan Siri.

Developer tidak perlu menambah entitlement baru atau bergabung dengan program terpisah. Cukup memperbarui kode App Intents yang sudah ada.

Tabel perbandingan Siri sebelumnya dan Siri AI Developer Preview: aksi khusus, konten di Spotlight, permintaan bertahap, dan alat uji

Kapan pengguna perlu menyebut nama aplikasi

Dokumentasi Apple membedakan dua situasi. Pengguna tidak perlu menyebut nama aplikasi bila aplikasi sedang terbuka, bila ada Live Activity yang aktif, atau bila pengguna melanjutkan percakapan di aplikasi Siri yang sebelumnya menyebut aplikasi itu. Contoh Apple adalah pengguna aplikasi transportasi daring yang meminta Siri mengganti titik jemput saat menunggu kendaraan.

Bila aplikasi berjalan di latar belakang, pengguna perlu menyebut namanya. Apple memberi contoh pertanyaan apakah sepatu yang disukai pengguna di sebuah aplikasi belanja sedang diskon. Siri juga dapat memindahkan konten dari satu aplikasi ke aplikasi lain, misalnya mengirim informasi produk favorit ke pasangan lewat aplikasi pesan.

App skills untuk permintaan bertahap

Untuk permintaan yang membutuhkan beberapa langkah, Apple memperkenalkan app skills. Dokumentasi app skills menjelaskan bahwa setiap skill adalah berkas Markdown bernama SKILL.md di dalam bundel Skills.skillsbundle. Bagian atasnya berisi nama dan deskripsi yang dipakai Siri untuk menilai apakah skill cocok dengan permintaan. Isi lengkapnya baru dibaca setelah skill dinilai cocok.

Apple mencontohkan skill untuk aplikasi belanja yang memandu Siri mencari barang, memasukkannya ke keranjang, memilih metode pembayaran dan pengiriman, lalu meminta konfirmasi pembelian. Apple juga menegaskan bahwa skill hanya berupa panduan. Siri tidak menjalankan intent sesuai urutan yang tertulis di skill, sehingga skill tidak dapat dipakai untuk memaksakan alur yang pasti.

Alat uji dan batasan masa pratinjau

Apple menambahkan dua alat bantu. Siri Integration Advisor di Xcode memberi masukan untuk memperbaiki implementasi App Intents. Kerangka kerja Siri Evaluations, yang masih beta, memungkinkan developer menulis skenario percakapan dengan Siri, mengukur respons Siri, dan menangkap perubahan perilaku setiap kali intent diperbarui. PPC Land mencatat bahwa jawaban Siri dapat berbeda antarpercobaan, sehingga skenario uji perlu dijalankan berulang kali.

Pengujian juga dibatasi. Selama pratinjau, integrasi hanya berfungsi pada aplikasi yang dibangun dengan profil pengembangan dan pada penguji internal TestFlight. Penguji eksternal TestFlight dan pengguna yang mengunduh aplikasi dari App Store belum mendapat fitur ini. Apple juga memperingatkan bahwa API App Intents dan perilaku Siri masih dapat berubah.

Untuk jadwal, Apple hanya menyebut kemampuan ini akan sampai ke pengguna “dalam beberapa bulan”, sedangkan pengiriman ke App Store dibuka pada musim semi. Tanggal pastinya belum diumumkan. Apple juga belum menerbitkan ketentuan dan kebijakan penggunaan untuk pengalaman berbasis Siri AI, dan menjanjikan rinciannya menyusul.

Ada beberapa batasan lain dalam catatan resmi Apple:

  • Siri AI belum tersedia di Uni Eropa untuk iOS, iPadOS, dan watchOS.
  • Siri AI tidak tersedia bagi pengguna berusia di bawah 13 tahun.
  • Fitur Apple Intelligence yang memakai model di server, termasuk Siri AI, memiliki batas pemakaian harian. Apple menyatakan akses yang lebih luas akan tersedia dengan biaya di kemudian hari.

Bahasa Indonesia belum masuk daftar

Menurut Apple, Siri AI saat ini tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Jepang, Korea, Portugis, dan Spanyol. Bahasa berikutnya yang dijanjikan segera menyusul adalah Tionghoa Tradisional, Norwegia, Turki, dan Vietnam. Bahasa Indonesia belum ada di kedua daftar itu, dan Apple belum mengumumkan rencananya. Apple juga menyebut sebagian fitur mungkin tidak tersedia di semua wilayah atau bahasa. Menurut Cult of Mac, beta iOS 27.3 membawa sejumlah fitur Apple Intelligence ke China, tetapi Siri AI belum termasuk di dalamnya.

Batasan bahasa ini sudah terlihat saat iPad mini baru diluncurkan, seperti dibahas dalam artikel tentang iPad mini OLED untuk kerja lapangan. Bagi pengguna yang perangkatnya memakai bahasa Indonesia, integrasi Siri AI belum dapat dimanfaatkan.

Meski begitu, persiapan teknisnya tetap bernilai. Judul, deskripsi, dan entitas yang rapi di App Intents juga dipakai Shortcuts dan Spotlight. Ketika dukungan bahasa bertambah, aplikasi yang sudah menyiapkan intent dan entitasnya tinggal menambahkan terjemahan dan mengujinya.

Apa artinya bagi tim aplikasi mobile?

Pratinjau ini memberi waktu beberapa bulan untuk bersiap sebelum fitur sampai ke pengguna. Aplikasi ritel, pemesanan, dan layanan pelanggan termasuk yang paling diuntungkan karena contoh Apple sendiri banyak berkisar pada status pengiriman, keranjang belanja, dan reservasi. Beberapa langkah yang dapat dimulai sekarang:

  1. Petakan aksi inti. Pilih tiga sampai lima aksi yang paling sering dicari pengguna, misalnya memeriksa status pesanan, memesan ulang, atau mencari produk. Aksi tersebut paling layak dijadikan tool intent.
  2. Tulis judul dan deskripsi dengan jelas. Siri membaca teks ini untuk memahami fungsi intent dan parameternya. Hindari nama internal yang hanya dipahami tim, dan siapkan terjemahan untuk setiap bahasa yang dilayani aplikasi.
  3. Lindungi data sensitif. Dokumentasi Apple menyediakan authenticationPolicy untuk meminta autentikasi sebelum Siri menampilkan data tertentu, serta opsi visibility agar properti internal tidak terbaca Siri. Alamat, riwayat pembayaran, dan saldo poin pelanggan termasuk data yang perlu dilindungi.
  4. Uji berulang sebelum rilis. Pakai Siri Integration Advisor dan Siri Evaluations, lalu jalankan uji coba bersama penguji internal TestFlight. Catat permintaan yang gagal dipahami Siri sebagai bahan perbaikan deskripsi.

Empat langkah persiapan integrasi Siri AI: petakan aksi inti, tulis judul dan deskripsi, lindungi data sensitif, dan uji berulang

Tim juga perlu memantau ketentuan penggunaan yang belum terbit, karena isinya dapat memengaruhi jenis aksi yang boleh dibuka lewat Siri. Rencana rilis sebaiknya menyesuaikan jadwal musim semi tanpa mengunci tanggal sebelum Apple mengumumkannya.

Bagi bisnis yang aplikasinya melayani pengguna iPhone dan Android sekaligus, perubahan ini menjadi pengingat bahwa aksi inti aplikasi sebaiknya dirancang rapi sejak awal. Tim pengembangan aplikasi mobile Merakit dapat membantu menata App Intents dan alur pengujian, sedangkan pemilik toko dan jaringan ritel dapat melihat pilihan solusi manajemen ritel untuk menghubungkan aplikasi pelanggan dengan sistem pesanan.

Pertanyaan yang sering muncul

Kapan aplikasi dengan integrasi Siri AI dapat dipakai pengguna?

Apple menyebut kemampuan ini akan sampai ke pengguna dalam beberapa bulan, dan pengiriman aplikasi ke App Store dibuka pada musim semi. Tanggal pastinya belum diumumkan. Sampai saat itu, integrasi hanya berjalan di perangkat developer dan penguji internal TestFlight.

Apakah Siri AI sudah mendukung bahasa Indonesia?

Belum. Siri AI tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Jepang, Korea, Portugis, dan Spanyol. Bahasa yang dijanjikan menyusul adalah Tionghoa Tradisional, Norwegia, Turki, dan Vietnam. Rencana untuk bahasa Indonesia belum diumumkan.

Apakah developer perlu mendaftar program khusus?

Tidak. Menurut dokumentasi Apple, developer tidak perlu menambah entitlement baru atau bergabung dengan program terpisah. Developer cukup memperbarui kode App Intents, membangun aplikasi dengan Xcode, lalu mengujinya di perangkat yang mendukung Apple Intelligence dengan beta versi 27.3.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Siri AI Dibuka untuk Semua Aplikasi lewat App Intents

Topik

  • Pengembangan Aplikasi Mobile
  • Siri AI
  • Apple
  • Asisten AI
  • Aplikasi Ritel

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.