Blog Agen AI
Bank AS Blokir Agen AI dari Akses Rekening Nasabah
Daftar isi· 6 bagian
Citigroup dan Bank of America menutup akses agen AI pihak ketiga ke rekening nasabah, menyusul JPMorgan Chase dan Charles Schwab. Menurut laporan Financial Times yang dikutip sejumlah media, bank khawatir agen AI memindahkan dana nasabah ke rekening berbunga lebih tinggi. Pembatasan ini menjadi ujian pertama bagi agen AI yang bertindak atas nama pemilik rekening.
Apa yang dibatasi bank
Financial Times melaporkan langkah Citigroup dan Bank of America pada Jumat, 16 Oktober 2026, seperti dirangkum DigitalToday dan Retail Banker International. Agen AI di sini adalah asisten berbasis kecerdasan buatan yang dapat menjawab pertanyaan, masuk ke akun, dan menjalankan transaksi atas perintah pemiliknya.
Citigroup menyatakan tidak mengizinkan agen atau asisten AI pihak ketiga masuk ke akun nasabah maupun bertransaksi di platform perbankan digitalnya. Nasabah masih dapat memberi akses baca saja yang terbatas kepada penyedia open banking tertentu. Open banking adalah mekanisme resmi yang memungkinkan aplikasi lain melihat data rekening dengan izin nasabah.
Bank of America, menurut The Paypers, membatasi akses agen AI ke simpanan konsumen sampai tersedia protokol yang menentukan pihak mana yang bertanggung jawab atas pembayaran yang disetujui AI. CEO Brian Moynihan dalam wawancara dengan CNBC pada 14 Oktober 2026 menyatakan bahwa uang yang keluar dari rekening harus disetujui manusia. Bank juga menyatakan tengah bekerja sama dengan penyedia agen agar nasabah dapat menelusuri dana yang dipindahkan agen.

JPMorgan Chase menyampaikan sikapnya saat pemaparan hasil kuartal ketiga. CEO Jamie Dimon menyebut risiko agen nakal yang jumlahnya bisa mencapai ribuan, dan bank sedang membangun perangkat perlindungan sendiri. Charles Schwab, lewat CEO Rick Wurster kepada Bloomberg, menyatakan memblokir agen tanpa izin yang mencoba memindahkan dana nasabah, termasuk Muse milik Meta. Meta merilis asisten pribadi Muse pada September 2026.
Menurut DigitalToday, yang mengutip CNBC, JPMorgan juga memblokir agen eksternal seperti Muse dan Instinct dari akun nasabah. Media yang sama melaporkan bahwa Amazon telah mencegah Muse berbelanja atas nama pelanggan dengan alasan risiko privasi dan keamanan. Pembatasan ini tidak terbatas pada bank, sebab pengecer pun mulai menentukan agen mana yang boleh bertindak di platformnya.
Mengapa bank khawatir
Pembatasan ini diumumkan lewat pernyataan resmi, wawancara, dan pemaparan kinerja, sehingga alasan para bank dapat dibaca langsung dari ucapan pimpinannya.
Pemicu utamanya adalah simpanan. Ekonom Apollo, Torsten Slok, memperingatkan bahwa asisten AI dapat memindahkan dana rumah tangga secara otomatis dari rekening giro dengan bunga rata-rata sekitar 0,1 persen ke rekening berbunga 3,3 sampai 5 persen. Angka itu merujuk pada kondisi di Amerika Serikat, sebagaimana dikutip DigitalToday dan The Paypers.
Skalanya besar. Simpanan tanpa bunga di JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo mencapai US$1,6 triliun, setara 16 persen kewajiban ketiga bank itu. Bila ketiganya harus membayar bunga 3 persen atas dana tersebut, biayanya sekitar US$47 miliar per tahun, mendekati separuh laba tahunan gabungan mereka. Perhitungan ini berasal dari kutipan yang sama dan merupakan skenario yang belum terjadi.

Alasan kedua adalah tanggung jawab. Jika agen AI keliru memindahkan uang, belum jelas siapa yang menanggung kerugian: nasabah, bank, atau penyedia agen. Juru bicara JPMorgan, seperti dilaporkan DigitalToday, menyatakan bank tidak mengizinkan pihak ketiga memegang kredensial masuk nasabah, dan nasabah yang memberikan kredensial itu kepada agen menanggung akibatnya. Pejabat yang disebut dalam laporan menilai hukum mungkin perlu menjelaskan cara nasabah memberi kuasa kepada sistem otonom dan siapa yang bertanggung jawab saat terjadi kerugian.
Para eksekutif Wall Street dilaporkan telah menghubungi regulator Federal Reserve soal pertumbuhan penggunaan agen AI untuk transaksi keuangan. Federal Reserve menolak berkomentar, dan menurut laporan, regulator secara tertutup menyambut baik pembatasan tersebut.
Pertanyaan yang belum terjawab masih banyak. Laporan yang ada belum menjelaskan kapan bank akan membuka jalur resmi bagi agen, syarat apa yang harus dipenuhi penyedia agen, dan bagaimana nasabah akan memberi kuasa. Jawaban atas ketiganya kemungkinan menentukan apakah agen AI keuangan berkembang lewat kerja sama dengan bank atau tetap tertahan di luar.
Seorang mitra senior Simon-Kucher, yang namanya tidak disebut dalam The Paypers, menyarankan bank memberi alasan lain bagi nasabah untuk menyimpan dana, misalnya program loyalitas yang terkait dengan suku bunga pinjaman.
Apa artinya bagi bank dan fintech di Indonesia?
Sumber yang kami baca hanya membahas bank di Amerika Serikat. Kami tidak menemukan pernyataan serupa dari bank atau regulator di Indonesia, sehingga bagian ini berisi pertimbangan dan tidak memprediksi kebijakan.
Pertama, perlakukan agen AI sebagai pihak ketiga dengan identitas sendiri. Model yang dipersoalkan bank-bank AS adalah agen yang memakai kredensial masuk milik nasabah. Akses lewat antarmuka pemrograman (API) resmi, dengan izin yang jelas, cakupan terbatas, dan dapat dicabut, lebih mudah diawasi daripada agen yang meniru manusia di halaman aplikasi.
Kedua, bedakan akses baca dari akses transaksi. Citigroup masih mengizinkan akses baca saja lewat penyedia open banking, sedangkan perintah transfer tetap tertutup bagi agen. Pemisahan ini dapat diterapkan pada aplikasi keuangan, koperasi digital, maupun dompet elektronik.
Ketiga, tetapkan persetujuan manusia untuk transaksi bernilai tertentu dan simpan jejak audit yang menjelaskan siapa atau apa yang memerintahkan setiap transaksi. Bank of America sendiri menyebut kemampuan menelusuri dana sebagai bagian dari solusi.
Keempat, perkuat pemantauan. Pola akses yang sangat teratur, kecepatan tinggi, atau berasal dari sumber yang sama untuk banyak akun layak diperlakukan sebagai sinyal. Pelaku usaha dan UMKM yang menerima pembayaran, misalnya lewat QRIS seperti dibahas dalam artikel tentang MDR QRIS 0 persen, juga perlu memahami bahwa pembeli ke depan dapat memakai agen AI untuk berbelanja.
Kelima, jelaskan kepada nasabah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan asisten AI terhadap akun mereka. Pernyataan JPMorgan bahwa nasabah menanggung akibat bila menyerahkan kredensial kepada agen menunjukkan pentingnya edukasi ini: kata sandi rekening sebaiknya tidak pernah diberikan kepada aplikasi atau asisten yang tidak resmi.

Merakit mengerjakan layanan keuangan digital serta layanan kecerdasan buatan, termasuk perancangan akses API dan kontrol izin. Pertanyaan utamanya ialah seberapa jauh sistem Anda siap membedakan nasabah, aplikasi resmi, dan agen otomatis.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah nasabah bank di Indonesia terdampak langsung?
Belum ada pernyataan serupa dari bank atau regulator di Indonesia dalam sumber yang kami baca. Pembatasan yang dilaporkan berlaku di Amerika Serikat. Namun, nasabah di mana pun sebaiknya tidak membagikan kata sandi rekening kepada aplikasi atau asisten AI yang tidak resmi.
Apakah semua agen AI dilarang?
Tidak. Citigroup masih mengizinkan akses baca saja yang terbatas lewat penyedia open banking tertentu. Yang dibatasi adalah agen pihak ketiga yang masuk ke akun nasabah atau menjalankan transaksi di platform bank.
Siapa yang menanggung kerugian bila agen AI salah memindahkan uang?
Belum ada jawaban yang pasti. Bank of America menyatakan masih menyusun protokol penentuan tanggung jawab, dan pejabat yang dikutip media menilai hukum mungkin perlu memperjelas pembagian tanggung jawab. Sikap JPMorgan menyatakan nasabah yang memberi kredensial kepada agen menanggung akibatnya.
Penutup
Pembatasan bank-bank Amerika Serikat memperlihatkan bahwa agen AI di bidang keuangan menuntut aturan akses, persetujuan, dan tanggung jawab yang jelas sebelum dipakai luas. Bila organisasi Anda sedang merancang layanan keuangan digital, hubungi tim Merakit untuk membahas desain akses yang aman bagi nasabah dan aplikasi mitra.
Sumber
- DigitalToday: Major financial firms move to block access by personal AI agents, citing deposit flight risk (17 Oktober 2026)
- Retail Banker International: US banks limit AI agents’ access to customer accounts (19 Oktober 2026)
- The Paypers: Citi and Bank of America restrict AI agents from accessing accounts (19 Oktober 2026)