Blog Teknologi Pendidikan
Google Matikan Gemini dan Search di Akun Siswa Secara Bawaan
Daftar isi· 7 bagian
Google mengumumkan pada 3 November 2026 bahwa Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search akan mati secara bawaan di akun siswa K-12 sampai administrator sekolah menyalakannya. Konsekuensinya, sekolah yang menolak AI sepenuhnya juga kehilangan akses Google Search untuk siswanya.
K-12 adalah sebutan jenjang pendidikan dari taman kanak-kanak sampai kelas 12, atau setara SD hingga SMA. Layanan yang terdampak juga dipakai sekolah di Indonesia, antara lain lewat akun belajar.id. Tulisan ini menjelaskan isi pengumuman, alasan Search ikut terkunci, reaksi yang muncul, dan langkah yang dapat disiapkan sekolah.
Apa yang berubah bagi akun siswa
Pengumuman ini disampaikan Chris Phillips, Vice President and General Manager Education Google, lewat blog resmi Google. Google menyatakan sedang mengubah pendekatannya untuk empat layanan: Gemini, Gemini Notebook, Gemini in Classroom, dan Google Search. Untuk akun siswa K-12, keempat layanan itu akan dimatikan seluruhnya sampai administrator sekolah secara eksplisit menyalakannya.
Menurut Engadget, administrator dapat menyalakan layanan itu satu per satu sesuai kebutuhan sekolah. Artinya, sekolah dapat memilih, misalnya, Gemini in Classroom tanpa Gemini versi umum.
Jadwal dan cakupan wilayah
Perubahan pengaturan ini belum berlaku sekarang. TechCrunch melaporkan Google berencana menerapkannya tahun depan, dan Google menyatakan akan membagikan rincian kepada sekolah dalam beberapa bulan mendatang agar ada waktu bersiap. Tanggal pastinya belum diumumkan.
Google juga belum merinci apakah perubahan pengaturan berlaku di semua negara. Pengumuman hanya menyebut akun siswa K-12, tanpa daftar wilayah. Sekolah di Indonesia perlu memantau pemberitahuan resmi di konsol admin masing-masing.
Search ikut terkunci bersama AI
Bagian yang paling banyak dibicarakan adalah nasib Google Search. Menurut TechCrunch, Phillips menjelaskan alasannya dengan kalimat singkat: “Search and AI are deeply integrated.” Karena fitur AI sudah menyatu di dalam Search, sekolah yang membatasi AI sepenuhnya juga mematikan Search bagi siswa. Menurut Engadget, siswa di sekolah tersebut akan melihat pesan bahwa Search tidak tersedia.
Setelah muncul protes, Google memperjelas bahwa sekolah tetap dapat menyalakan Search tanpa produk Gemini lainnya. Namun, NBC News mencatat Search versi ini tetap membawa sebagian fitur AI, seperti ringkasan hasil pencarian yang dibuat AI. Tidak ada pilihan Search tanpa fitur AI sama sekali.

Dalam pernyataan di media sosial yang dikutip NBC News, Google menyebut perubahan ini memberi sekolah lebih banyak pilihan. Kepada TechCrunch, Phillips menyatakan tujuan Google adalah memberi pimpinan sekolah kendali dan rasa percaya diri untuk memakai produk AI di kelas sesuai pertimbangan mereka.
Kritik dari guru dan orang tua
Pengumuman ini datang setelah gelombang protes. Menurut Engadget, pada Agustus 2026 Google menyalakan sebagian fitur AI secara bawaan di Google Classroom, dan langkah itu memicu keberatan dari para pendidik. NBC News juga melaporkan bahwa pada awal Oktober, 13 kelompok advokasi orang tua mengirim surat terbuka yang meminta distrik sekolah mematikan Gemini dan YouTube.
Kebijakan baru belum meredakan kritik. Randi Weingarten, Presiden American Federation of Teachers, menilai Google lebih mendahulukan kepentingan bisnisnya daripada pendidikan anak. Josh Golin, Direktur Eksekutif Fairplay, menyebut Google berupaya menekan sekolah agar memakai produk AI-nya.
Ketergantungan sekolah pada Google membuat keputusan ini berbobot. NBC News mengutip laporan Schoolytics 2023 yang menemukan hampir dua pertiga tugas sekolah memakai produk Google. Media yang sama mencatat bahwa Stanford SCALE Initiative belum menemukan studi kausal berkualitas tinggi tentang dampak penggunaan AI oleh siswa.

Guided Learning bagi sekolah yang menyalakan AI
Bersamaan dengan pengumuman itu, Google meluncurkan Guided Learning di Google Classroom secara global mulai 3 November 2026. Fitur ini bekerja seperti pendamping belajar satu lawan satu yang mengacu pada materi kelas. Guru mendapat gambaran secara langsung tentang bagian materi yang masih membutuhkan bantuan.
Google juga membawa Guided Learning ke Google Search untuk akun siswa. Ketika sistem mengenali bahwa siswa sedang mencari bantuan pekerjaan rumah, Search akan menuntun langkah demi langkah dan mendorong siswa berpikir kritis tanpa langsung memberi jawaban. Uji coba dimulai di sejumlah sekolah di Amerika Serikat pada November 2026, lalu diperluas ke distrik lain dalam beberapa bulan berikutnya.
Klaim manfaat belajar berasal dari Google sendiri. Perusahaan itu merujuk risetnya yang menyebut ada peningkatan hasil belajar yang terukur, tetapi tidak mencantumkan angka dalam pengumumannya.
Konteks di Indonesia: akun belajar.id dan pengaturan usia
Banyak siswa di Indonesia memakai layanan Google lewat akun belajar.id. Menurut Medcom.id, akun ini diluncurkan Kemendikbud melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) pada Desember 2020 dalam bentuk akun Google berdomain @belajar.id, dengan akses ke layanan G Suite for Education yang kini bernama Google Workspace for Education. Sekolah juga dapat mengelola domain Google Workspace for Education sendiri.
Bagi sekolah yang mengelola domain sendiri, keputusan menyalakan atau mematikan layanan ada di tangan administrator domain. Google Workspace sudah lama memiliki pengaturan akses berdasarkan usia di menu Account settings, lalu Age-based access settings. Untuk sekolah dasar dan menengah, pengguna yang tidak ditandai berusia 18 tahun ke atas otomatis mendapat pengalaman terbatas, misalnya SafeSearch aktif secara bawaan.
Google belum menjelaskan cara sistem mengenali akun siswa K-12 dalam pengaturan baru. Meski begitu, label usia sudah menentukan layanan yang terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun. Bila akun guru atau staf ikut ditandai di bawah 18 tahun, mereka juga dapat kehilangan akses ke sebagian layanan. Pemeriksaan unit organisasi sejak sekarang akan mengurangi kebingungan saat perubahan berlaku.
Di tingkat kebijakan, pemerintah juga sedang menyiapkan rambu pemakaian AI di sektor pendidikan. Pembahasannya ada di artikel tentang panduan AI sektoral dan pelindungan anak di sekolah.
Apa artinya bagi sekolah?
Perubahan ini memindahkan keputusan soal AI dari Google ke sekolah. Ada beberapa langkah yang dapat disiapkan sebelum pengaturan baru berlaku.
- Petakan akun siswa. Catat siswa yang memakai akun belajar.id dan siswa yang memakai akun domain sekolah. Pengaturan keduanya dapat dikelola pihak yang berbeda.
- Periksa label usia di konsol admin. Pastikan unit organisasi siswa, guru, dan staf memakai label usia yang tepat agar akun guru tidak ikut terbatasi.
- Tentukan kebijakan per jenjang. Siswa SD, SMP, dan SMA dapat diberi akses berbeda. Putuskan apakah Search dinyalakan dengan ringkasan AI, dan apakah Gemini in Classroom dibuka untuk tugas tertentu.
- Siapkan rencana bila Search dimatikan. Bila sekolah memilih mematikan semua fitur AI, siapkan sumber belajar pengganti, misalnya perpustakaan digital atau mesin pencari lain yang sudah dinilai sekolah.
- Sosialisasikan ke guru dan orang tua. Jelaskan layanan yang dinyalakan, alasannya, dan cara melaporkan masalah.

Keputusan menyalakan AI juga berkaitan dengan cara sekolah menilai siswa. Tugas rumah yang jawabannya mudah dicari perlu dirancang ulang, sementara ujian yang menentukan nilai sebaiknya berlangsung di lingkungan yang terkendali. Platform ujian seperti Merakit Exam dirancang untuk kebutuhan tersebut.
Setiap sekolah memiliki kesiapan yang berbeda. Tim solusi teknologi pendidikan Merakit dapat membantu menyusun kebijakan akun, pengaturan akses, dan alur belajar digital yang sesuai dengan aturan sekolah dan kebutuhan siswa.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan pengaturan baru Google untuk akun siswa mulai berlaku?
Google belum mengumumkan tanggal pastinya. TechCrunch melaporkan perubahan ini direncanakan tahun depan, dan Google berjanji membagikan rinciannya kepada sekolah dalam beberapa bulan mendatang.
Apakah sekolah dapat menyalakan Google Search tanpa Gemini?
Dapat. Administrator dapat menyalakan Search tanpa produk Gemini lainnya. Namun, Search tetap membawa sebagian fitur AI, seperti ringkasan yang dibuat AI. Bila semua fitur AI dimatikan, siswa tidak mendapat akses Search.
Apakah perubahan ini berlaku untuk akun belajar.id?
Google belum merinci cakupan wilayah perubahan ini. Akun belajar.id adalah akun Google Workspace for Education, sehingga sekolah dan pengelola akun perlu memantau pengumuman resmi dari Google dan Kemendikdasmen.
Sumber
- Google: Designing responsible AI for learning (3 November 2026)
- Google: AI and learning, 2026 education updates (3 November 2026)
- TechCrunch: Google will let schools disable its AI tools, but not without sacrificing Search (3 November 2026)
- NBC News: Google to shut off search for schools that opt out of AI (3 November 2026)
- Engadget: Google says students in schools that ban AI won’t have access to Search (3 November 2026)
- Google Workspace Admin Help: Control access to Google services by age
- Medcom.id: Kemendikbud luncurkan akun pembelajaran belajar.id (11 Desember 2020)