Blog Blockchain

Lisk Chain Ditutup, Pelajaran bagi Aplikasi di Blockchain

Ditulis oleh Alfina Putri

7 menit baca

Lisk Chain Ditutup, Pelajaran bagi Aplikasi di Blockchain
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Apa yang terjadi pada Lisk Chain
  2. 2Alasan Lisk menutup jaringannya
  3. 3Proses keluar yang memakan waktu delapan hari
  4. 4Apa artinya bagi organisasi yang membangun di blockchain?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

Lisk Chain, jaringan layer 2 di atas Ethereum yang dijalankan perusahaan Lisk, resmi ditutup pada 2 November 2026. Portal dan jembatan (bridge) untuk memindahkan aset sudah dimatikan, dan Lisk menyatakan tidak dapat menjamin aset yang masih tertinggal di jaringan itu dapat dipulihkan.

Penutupan ini menarik perhatian karena Lisk termasuk proyek blockchain lama yang sudah berjalan sekitar sepuluh tahun. Bagi organisasi yang sedang menimbang aplikasi berbasis blockchain, kasus Lisk menunjukkan bahwa jaringan pun dapat berhenti beroperasi, dan rencana keluar perlu disiapkan sejak awal.

Apa yang terjadi pada Lisk Chain

Lisk sudah berjalan sejak 2016. Awalnya Lisk mengoperasikan blockchain layer 1 sendiri, lalu pindah menjadi layer 2 Ethereum. Menurut L2BEAT, situs yang memantau jaringan layer 2, Lisk Chain adalah rollup berbasis OP Stack yang bermigrasi dari blockchain layer 1 bernama sama.

Layer 2 adalah jaringan tambahan yang memproses transaksi di luar Ethereum agar lebih cepat dan murah, lalu mencatat ringkasannya ke Ethereum. Dengan cara ini, keamanan akhir tetap bersandar pada Ethereum, sementara operasional sehari-hari dijalankan oleh pengelola layer 2 tersebut.

Rencana penutupan diumumkan pada Agustus 2026 lewat tulisan pendiri Lisk, Max Kordek, berjudul Introducing the New Lisk. Halaman tanya jawab resmi Lisk awalnya menyebut jaringan akan ditutup pada 31 Oktober 2026. Dalam pengumuman penutupan, Lisk menulis bahwa Lisk Chain berhenti pada 2 November 2026, dimulai dari layanan yang dipakai pengguna, yaitu Lisk Portal dan Lisk Bridge. Komponen jaringan lainnya dimatikan setelahnya.

Linimasa penutupan Lisk Chain dari pengumuman Agustus 2026 sampai rencana klaim manual Januari 2027

Bagi pemilik aset yang terlambat, pesannya tegas. “We cannot guarantee the recovery of any assets left on the Lisk Chain,” tulis Lisk dalam pengumumannya. Lisk berencana membuka proses klaim manual pada Januari 2027, dengan rincian yang akan diumumkan kemudian.

Nasib token LSK

Token LSK tetap ada sebagai token loyalitas Lisk dan kini berada di Ethereum. Sesuai proposal DAO (organisasi pengambil keputusan berbasis pemungutan suara pemegang token) yang sudah disetujui, 100 juta LSK dibakar pada September sehingga pasokan total turun dari 400 juta menjadi 300 juta, tanpa inflasi. Setelah jaringan mati, sekitar 5,2 juta LSK yang tersisa di kontrak hadiah staking juga akan dibakar. LSK yang di-stake pengguna tidak ikut dibakar.

Pemegang LSK di Ethereum atau di bursa tidak perlu melakukan apa pun. Yang terdampak adalah pengguna yang masih menyimpan LSK, ETH, stablecoin, atau posisi DeFi di Lisk Chain setelah jembatan ditutup.

Alasan Lisk menutup jaringannya

Lisk tidak berhenti sebagai perusahaan. Lisk mengalihkan seluruh fokusnya ke platform keuangan untuk bisnis, dan menurut Lisk, penutupan jaringan adalah bagian dari keputusan itu.

Dalam tulisannya, Kordek menggambarkan masalah yang menurutnya dialami Lisk dan perusahaan di sekitarnya: rekening bank yang dibuka lalu ditutup, transfer ke mitra yang diblokir tanpa penjelasan, serta saldo mata uang biasa dan stablecoin yang tersebar di tempat berbeda. Platform baru Lisk menggabungkan rekening, pembayaran, dan persetujuan dalam satu ruang kerja. Lisk menyatakan pembayarannya mencakup transfer bank (ACH, wire, dan SEPA) serta stablecoin ke lebih dari 100 negara. Layanan ini masih berstatus Early Access untuk bisnis yang memenuhi syarat.

Ada juga alasan ekonomi. Menurut Blockwisely yang mengutip proposal DAO, Lisk Chain kesulitan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memberi nilai berarti bagi token LSK. Insentif bagi proyek yang dibayar dengan LSK juga menambah tekanan jual. Crypto Briefing mencatat bahwa proposal yang sama membubarkan Lisk DAO dan membuat staking dapat dilepas tanpa penalti, dengan masa tunggu tiga hari.

Dampak bagi startup di negara berkembang

Penutupan ini juga mengakhiri salah satu jalur pendanaan bagi startup Web3 di negara berkembang. Blockwisely mencatat Lisk DAO Fund diluncurkan pada Oktober 2025 dengan anggaran 4 juta LSK untuk berinvestasi di startup Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara. Dana itu sempat berinteraksi dengan lebih dari 40 pendiri startup dan berinvestasi di tiga perusahaan sebelum ditutup lebih cepat dari rencana dua tahun.

Bagi proyek yang dibangun di Lisk Chain, Lisk menyiapkan jalur pindah opsional ke Celo, jaringan lain yang berbasis Ethereum. Halaman tanya jawab Lisk menegaskan bahwa setiap proyek bebas memilih tempat lain, dan proyek tidak sebaiknya mengandalkan dana atau insentif dari jalur tersebut.

Proses keluar yang memakan waktu delapan hari

Hal paling penting dari kasus ini bagi tim teknis adalah durasi keluar dari jaringan. Pada rollup jenis optimistic seperti OP Stack, penarikan aset ke Ethereum harus melewati masa sanggah (challenge period). Selama masa itu, transaksi dapat digugat bila dianggap tidak sah.

Halaman tanya jawab Lisk merinci prosesnya. Pengguna mengajukan penarikan di Lisk Bridge, lalu sekitar satu jam kemudian mengirim transaksi pembuktian (prove) di Ethereum. Masa sanggah tujuh hari baru dimulai dari langkah ini. Setelah itu, pengguna mengirim transaksi klaim. Seluruh proses memakan waktu sekitar delapan hari, dan pengguna perlu sedikit ETH di Ethereum untuk biaya transaksi.

Empat langkah menarik aset dari Lisk Chain ke Ethereum dengan masa sanggah tujuh hari

Bagi yang melakukan staking, waktunya lebih panjang. Posisi harus dibuka dulu, ada masa tunggu tiga hari sebelum unstake, lalu baru dapat dijembatani. Lisk menyarankan menyisihkan setidaknya 11 hari. Pengguna yang baru bergerak di pekan terakhir praktis kehabisan waktu.

Apa artinya bagi organisasi yang membangun di blockchain?

Di Indonesia, blockchain dipakai atau diuji untuk berbagai keperluan, dari pencatatan aset digital di fintech, program loyalitas ritel, sampai pelacakan rantai pasok. Kasus Lisk tidak berarti blockchain berisiko tinggi untuk semua kasus. Kasus ini mengingatkan bahwa memilih jaringan sama dengan memilih penyedia layanan, lengkap dengan risiko penyedia itu berhenti.

Beberapa langkah konkret yang dapat diambil organisasi:

  1. Nilai keberlanjutan jaringan sebelum memilih. Periksa siapa pengelolanya, dari mana pendapatannya, dan seberapa bergantung jaringan itu pada insentif token. Situs pemantau seperti L2BEAT dapat membantu membaca kematangan teknis sebuah layer 2.
  2. Siapkan rencana keluar sejak desain. Pastikan kontrak pintar dan data aplikasi dapat dipindahkan ke jaringan lain. Kompatibilitas dengan Ethereum (EVM) memudahkan migrasi, seperti jalur pindah Lisk ke Celo.
  3. Hitung waktu keluar dalam rencana kelangsungan bisnis. Bila penarikan butuh delapan hari atau lebih, tenggat pemberitahuan ke pengguna harus jauh lebih panjang dari itu.
  4. Simpan catatan penting di luar satu jaringan. Data transaksi yang dibutuhkan untuk audit atau kepatuhan sebaiknya juga tersimpan di sistem internal organisasi.
  5. Komunikasikan perubahan ke pengguna lebih awal. Pengguna awam perlu panduan langkah demi langkah yang mudah diikuti, lengkap dengan tenggat yang jelas.

Daftar yang perlu dilakukan dan dihindari organisasi saat membangun aplikasi di jaringan blockchain

Pertimbangan ini relevan bagi tim yang merancang layanan blockchain maupun lembaga keuangan yang mulai memakai stablecoin atau aset tokenisasi. Untuk sektor keuangan, rencana keluar dari sebuah jaringan juga menyangkut perlindungan dana nasabah, sehingga perlu masuk ke dalam kajian risiko sejak awal, sejalan dengan kebutuhan solusi layanan keuangan yang andal.

Jaringan blockchain milik negara juga punya pertanyaan serupa, meski dengan pengelola yang berbeda. Kami pernah membahasnya dalam ulasan tentang jaringan blockchain nasional China.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah Lisk sebagai perusahaan ikut tutup?

Tidak. Yang ditutup hanya Lisk Chain, jaringan layer 2 Ethereum yang dikelola Lisk. Perusahaannya melanjutkan usaha sebagai platform keuangan untuk bisnis, dan LSK tetap ada sebagai token di Ethereum.

Bagaimana nasib aset yang masih ada di Lisk Chain?

Lisk Portal dan Lisk Bridge sudah ditutup, dan Lisk tidak menjamin aset yang tertinggal dapat dipulihkan. Lisk berencana membuka proses klaim manual pada Januari 2027. Pemilik aset sebaiknya memantau kanal resmi Lisk dan berhati-hati terhadap tawaran pemulihan dari pihak tidak resmi.

Apakah jaringan layer 2 lain juga dapat ditutup?

Dapat. Layer 2 dijalankan oleh tim atau perusahaan tertentu, sehingga keputusan bisnis dapat mengakhiri operasinya. Karena itu, pengguna dan pengembang perlu memahami cara menarik aset ke Ethereum dan berapa lama proses itu berlangsung di jaringan yang mereka pakai.

Penutup

Penutupan Lisk Chain berjalan dengan pengumuman lebih dari dua bulan sebelumnya, panduan penarikan yang rinci, dan jalur migrasi bagi proyek. Meski begitu, aset yang terlambat dipindahkan kini tidak dijamin kembali. Bagi organisasi, pelajaran praktisnya adalah memperlakukan jaringan blockchain seperti layanan pihak ketiga lainnya: periksa keberlanjutannya, siapkan rencana keluar, dan uji rencana itu sebelum dibutuhkan.

Bila organisasi Anda sedang menimbang aplikasi berbasis blockchain, tim Merakit dapat membantu memetakan risikonya sejak tahap perancangan.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Lisk Chain Ditutup, Pelajaran bagi Aplikasi di Blockchain

Topik

  • Blockchain
  • Ethereum
  • Layer 2
  • Layanan Keuangan
  • Manajemen Risiko

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.