Blog Kecerdasan Buatan

NOTAM Berbasis AI AirNav, Cara Kerja dan Pengamannya

Ditulis oleh Alfina Putri

7 menit baca

NOTAM Berbasis AI AirNav, Cara Kerja dan Pengamannya
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Aplikasi NOTAM-AI dipaparkan di Amerika Serikat
  2. 2Cara NOTAM berbasis AI bekerja
  3. 3Hal yang belum diumumkan
  4. 4Apa artinya bagi instansi pemerintah?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

AirNav Indonesia dan Telkom University memaparkan aplikasi NOTAM berbasis AI dalam forum keselamatan penerbangan di Arlington, Amerika Serikat, yang berlangsung hingga 6 November 2026. Aplikasi ini memakai large language model (LLM) untuk mengubah laporan petugas dalam bahasa sehari-hari menjadi Notice to Airmen (NOTAM) berformat standar ICAO.

NOTAM adalah pemberitahuan resmi bagi pilot, maskapai, dan pihak penerbangan lain tentang kondisi atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, dan potensi bahaya. Karena isinya dipakai untuk mengambil keputusan operasional, cara penyusunannya ikut menentukan keselamatan. Itu sebabnya pemakaian AI di sini menarik untuk diikuti, terutama oleh instansi lain yang juga menyusun dokumen berformat baku setiap hari.

Aplikasi NOTAM-AI dipaparkan di Amerika Serikat

Menurut siaran pers Telkom tertanggal 5 November 2026, aplikasi tersebut diperkenalkan AirNav Indonesia dalam rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission yang diselenggarakan United States Trade and Development Agency (USTDA). Kegiatan ini berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 di Arlington, Virginia. Forum tersebut mempertemukan perwakilan Indonesia dan Filipina untuk bertukar informasi dan menjajaki kerja sama teknologi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Salah satu agendanya adalah pertemuan bisnis pada 27 Oktober 2026. Dalam undangannya, USTDA mengajak perusahaan Amerika Serikat bertemu para pengambil keputusan dari Indonesia dan Filipina serta memperkenalkan teknologi penerbangan mereka. Artinya, forum ini juga menjadi tempat kedua negara melihat teknologi yang tersedia di pasar, selain memamerkan hasil kerja sendiri.

Rektor Telkom University, Suyanto, menyebut kerja sama ini sebagai contoh penerapan hasil riset perguruan tinggi untuk kebutuhan industri. Ia berharap teknologi tersebut mendukung efisiensi, akurasi, dan keselamatan layanan navigasi penerbangan. IndoTelko melaporkan hal yang sama pada 6 November 2026.

Kerja sama kedua lembaga sebenarnya sudah berjalan lebih lama. Menurut laporan IndoAviation, kolaborasi dimulai pada September 2024. Pada 28 Juli 2025, AirNav Indonesia dan Telkom University menggelar soft launching aplikasi NOTAM-AI sekaligus menandatangani perjanjian kerja sama di kantor pusat AirNav di Tangerang, Banten.

Linimasa NOTAM-AI AirNav dan Telkom University: kerja sama dimulai September 2024, soft launching 28 Juli 2025, dipaparkan di Arlington 26 Oktober hingga 6 November 2026

Cara NOTAM berbasis AI bekerja

Penyusunan NOTAM menuntut ketelitian karena teksnya harus mengikuti format dan singkatan penerbangan internasional. Dengan aplikasi ini, petugas cukup menuliskan kejadian dengan bahasa sehari-hari. LLM, yaitu model AI yang dilatih untuk memahami dan menghasilkan teks, lalu mengubah masukan itu menjadi NOTAM yang ringkas dan sesuai ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Contoh yang diberikan AirNav saat soft launching cukup jelas. Petugas memasukkan informasi penutupan landasan pacu 07L/25R Bandara Soekarno-Hatta karena pekerjaan overlay. Aplikasi kemudian menghasilkan teks “RUNWAY 07L/25R CLSD DUE TO OVERLAY WIP”. CLSD adalah singkatan baku untuk closed (ditutup), sedangkan WIP berarti work in progress (pekerjaan sedang berlangsung).

Volume pekerjaan ini tidak kecil. Direktur Teknik AirNav Indonesia menyebut lembaganya menerbitkan 50 hingga 100 NOTAM per hari. Ia juga menggambarkan perbedaan waktu penyusunannya kepada IndoAviation: “Kalau sebelumnya untuk menyusun notam itu membutuhkan waktu beberapa menit, dengan basis AI bisa kurang dari satu menit.”

Tabel perbandingan penyusunan NOTAM secara manual dan dengan NOTAM-AI: bentuk masukan, waktu penyusunan, dan tahap validasi sebelum terbit

AI di sini bertugas sebagai penyusun draf. Menurut penjelasan AirNav, NOTAM tetap melewati beberapa tahap sebelum terbit: kejadian dicatat, teks disusun dalam bahasa penerbangan internasional, divalidasi, lalu disebarkan kepada pihak yang berkepentingan. Tahap validasi tersebut menjaga agar kesalahan model tidak langsung sampai ke kokpit.

Mengapa ketelitian NOTAM penting

Sistem NOTAM pernah menjadi sorotan dunia. Pada 11 Januari 2023, otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) menghentikan keberangkatan penerbangan domestik dari pukul 07.30 hingga 09.00 waktu bagian timur AS (EST) setelah sistem NOTAM-nya gagal. Menurut FedScoop, tinjauan awal FAA menemukan bahwa personel kontraktor tanpa sengaja menghapus berkas saat memperbaiki sinkronisasi antara basis data utama dan basis data cadangan. FAA menyatakan tidak menemukan bukti serangan siber.

Insiden itu tidak berkaitan dengan AI, tetapi menunjukkan bahwa NOTAM adalah layanan kritis. Gangguan pada penyusunan atau penyebarannya dapat menghentikan lalu lintas udara. Setiap alat baru yang masuk ke alur kerja NOTAM, termasuk LLM, perlu diuji dengan standar yang sama ketatnya dengan sistem lain di bandara.

Hal yang belum diumumkan

Sejumlah rincian penting belum dibuka ke publik. AirNav dan Telkom University belum menyebut model LLM apa yang dipakai, di mana model itu dijalankan, dan data apa yang digunakan untuk melatih atau menyesuaikannya. Angka akurasi hasil uji juga belum diumumkan.

Status pemakaiannya pun dilaporkan berbeda. IndoAviation menulis bahwa aplikasi NOTAM-AI versi 1 siap digunakan personel AirNav di kantor pusat maupun kantor cabang. Sementara itu, ANTARA pada hari yang sama menulis bahwa versi 1 akan siap digunakan setelah melalui tahap desain, pengujian, dan evaluasi. Siaran pers November 2026 menyebut aplikasi ini dipaparkan, tanpa menjelaskan apakah sudah dipakai untuk NOTAM yang benar-benar terbit.

AirNav juga menyatakan aplikasinya masih perlu penyempurnaan dan pihaknya terus berkoordinasi dengan regulator terkait pemakaian AI. Bagi pembaca, wajar menunggu keterangan lanjutan sebelum menyimpulkan seberapa jauh AI sudah terlibat dalam operasional harian.

Apa artinya bagi instansi pemerintah?

Pola yang dipakai AirNav dapat diterapkan di banyak instansi. Dinas perhubungan menyusun pengumuman penutupan jalan, rumah sakit daerah menulis rujukan dengan kode baku, dan kantor pelayanan menyusun surat keputusan dengan format tetap. Semua pekerjaan itu punya kesamaan: masukan datang dalam bahasa bebas, sedangkan keluarannya harus mengikuti aturan yang ketat.

Empat langkah memakai LLM untuk dokumen berformat baku: tetapkan format dan kamus singkatan, periksa hasil secara otomatis, wajibkan persetujuan petugas, simpan jejak setiap draf

  1. Tetapkan format dan kamus singkatan lebih dulu. LLM bekerja lebih konsisten bila diberi templat dan daftar istilah resmi, misalnya singkatan ICAO untuk penerbangan atau kode wilayah untuk dinas. Tanpa acuan itu, model dapat menghasilkan teks yang terlihat wajar tetapi tidak baku.
  2. Periksa hasil secara otomatis sebelum dibaca manusia. Aturan sederhana dapat menolak draf yang kolomnya kosong, tanggalnya tidak masuk akal, atau memakai singkatan di luar kamus. Pemeriksaan ini menangkap kesalahan yang mudah terlewat saat petugas sedang sibuk.
  3. Wajibkan persetujuan petugas yang berwenang. Draf dari AI baru boleh terbit setelah diperiksa orang yang memahami konteksnya, seperti tahap validasi NOTAM di AirNav.
  4. Simpan jejak setiap draf. Catat masukan asli, keluaran model, perubahan oleh petugas, dan siapa yang menyetujui. Data ini berguna untuk audit dan untuk mengukur akurasi model dari waktu ke waktu.

Pertanyaan tentang lokasi data dan model juga perlu dijawab sejak awal, terutama untuk data operasional yang sensitif. Topik ini pernah kami bahas dalam ulasan tentang AI ModelHub Telkom dan kendali data instansi. Instansi yang ingin memulai dapat memilih satu jenis dokumen dengan volume tinggi, lalu mengukur waktu penyusunan dan tingkat koreksi sebelum memperluas pemakaian. Tim pengembangan solusi AI dapat membantu merancang alur seperti ini, termasuk pemeriksaan otomatis dan jejak auditnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu NOTAM?

NOTAM atau Notice to Airmen adalah pemberitahuan resmi tentang kondisi atau perubahan fasilitas, layanan, prosedur, dan potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Pilot dan maskapai memakainya sebagai acuan sebelum dan selama penerbangan.

Apakah NOTAM sekarang ditulis sepenuhnya oleh AI?

Belum ada keterangan seperti itu. AI membantu menyusun draf dari masukan petugas, lalu NOTAM tetap divalidasi sebelum disebarkan. AirNav juga menyatakan masih berkoordinasi dengan regulator terkait pemakaian AI.

Apakah aplikasi ini akan dipakai di negara lain?

Belum diumumkan. Aplikasi ini dipaparkan dalam forum USTDA yang mempertemukan Indonesia dan Filipina, tetapi belum ada pengumuman kerja sama penerapannya di luar Indonesia.

Penutup

NOTAM berbasis AI dari AirNav Indonesia dan Telkom University menunjukkan cara LLM dipakai pada pekerjaan yang menuntut format ketat: AI menyusun draf, manusia memvalidasi. Hasil uji dan status operasionalnya masih perlu ditunggu, tetapi polanya relevan bagi banyak layanan publik. Bila instansi Anda sedang menimbang langkah serupa, Merakit dapat membantu melalui solusi pemerintahan digital yang dirancang bersama tim Anda.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: NOTAM Berbasis AI AirNav, Cara Kerja dan Pengamannya

Topik

  • Kecerdasan Buatan
  • Penerbangan
  • Pemerintahan Digital
  • LLM
  • Layanan Publik

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.