Blog Virtualisasi

vSphere Express, Lisensi VMware 128 Core untuk Server Kecil

Ditulis oleh Alfina Putri

7 menit baca

vSphere Express, Lisensi VMware 128 Core untuk Server Kecil
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Isi pengumuman vSphere Express
  2. 2Fitur yang termasuk dan batasannya
  3. 3Harga resmi belum diumumkan
  4. 4Perubahan lisensi sejak akuisisi Broadcom
  5. 5Apa artinya bagi organisasi Anda?
  6. 6Pertanyaan yang sering muncul
  7. 7Sumber

Broadcom meluncurkan VMware vSphere Express pada 4 November 2026, paket virtualisasi server untuk lingkungan kecil hingga 128 core prosesor. Paket ini langsung tersedia di semua wilayah dan menjadi jalur baru bagi organisasi yang hanya membutuhkan virtualisasi dasar tanpa membeli suite private cloud VMware Cloud Foundation (VCF).

Bagi banyak tim TI di Indonesia, kabar ini menyentuh keputusan yang sedang berjalan. Pabrik dengan ruang server di lokasi, rumah sakit daerah, kampus, dan kantor cabang yang memakai vSphere selama bertahun-tahun kini punya satu pilihan tambahan saat masa langganan habis.

Isi pengumuman vSphere Express

Pengumuman resmi ditulis Prashanth Shenoy, Vice President Product Marketing divisi VCF di Broadcom, di blog VMware Cloud Foundation. Broadcom menyebut vSphere Express dibangun di atas vSphere 9 dan ditujukan bagi pelanggan dengan lingkungan kecil yang membutuhkan virtualisasi inti dengan biaya terjangkau.

Virtualisasi sendiri adalah cara menjalankan banyak “server virtual” (mesin virtual) di atas satu server fisik. Dengan begitu, satu mesin dapat menampung aplikasi akuntansi, sistem gudang, dan server berkas sekaligus, masing-masing dengan memori dan prosesor yang terpisah.

Kepada The Register, Shenoy menegaskan batas pemakaiannya: “We do not want a customer to run this on thousands of cores.” Untuk kebutuhan yang lebih rumit, Broadcom tetap mengarahkan pelanggan ke VMware vSphere Foundation (VVF) atau VCF. Meski begitu, vSphere Express akan diperbarui dengan jadwal rilis yang sama dengan kedua produk tersebut.

Fitur yang termasuk dan batasannya

Menurut pengumuman Broadcom, vSphere Express memuat lima kemampuan inti:

  • vMotion untuk memindahkan mesin virtual yang sedang berjalan ke server lain tanpa mematikannya.
  • High Availability (HA) untuk menyalakan ulang mesin virtual secara otomatis bila server fisiknya gagal.
  • Distributed Switch untuk mengatur jaringan virtual dari satu tempat beserta pemantauannya.
  • vCenter Quick Patch untuk memasang pembaruan dengan gangguan minimal.
  • Dukungan TPM 2.0 dan vTPM 2.0, modul keamanan berbasis perangkat keras untuk enkripsi dan verifikasi.

Perbandingan fitur VMware vSphere Express: termasuk vMotion, High Availability, Distributed Switch, dan vCenter Quick Patch; tidak termasuk DRS, GPU/vGPU, Memory Tiering, dan pengelolaan terpusat

Ada pula batasan yang perlu diperhatikan. Shenoy menjelaskan kepada The Register bahwa setiap instans vSphere Express berdiri sendiri, sehingga beberapa instans tidak dapat dikelola secara terpusat. Organisasi dengan banyak cabang yang masing-masing memiliki server sendiri perlu memperhitungkan hal ini.

Halaman produk distributor Jerman Software-Express juga mencantumkan fitur yang tidak termasuk, antara lain DRS (penyeimbang beban otomatis antarserver), Memory Tiering, SR-IOV, GPU/vGPU, Proactive HA, dan Live Patching. Daftar ini berasal dari distributor dan belum tercantum di pengumuman Broadcom, jadi sebaiknya dikonfirmasi ulang lewat penawaran resmi.

Harga resmi belum diumumkan

Broadcom tidak mengumumkan harga. Juru bicara VMware kepada The Register hanya menyebut lisensi berlangganan per core dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding VVF atau VCF, lalu menyarankan calon pelanggan menghubungi reseller setempat.

Dua sumber memberi gambaran yang sama. Ars Technica melaporkan distributor TD Synnex mencantumkan vSphere Express seharga 9.600 dolar AS per tahun untuk pemakaian hingga 128 core, dan harga itu tidak turun bila core yang dipakai lebih sedikit. TechTarget mengutip firma penasihat C4C Group yang, setelah berkonsultasi dengan reseller dan distributor Broadcom, sampai pada angka serupa.

Kisaran harga vSphere Express menurut distributor TD Synnex: 9.600 dolar AS per tahun untuk hingga 128 core, harga sama walau core lebih sedikit

Angka ini berarti biaya per core sangat bergantung pada ukuran lingkungan. Bila seluruh 128 core terpakai, biayanya setara 75 dolar AS per core per tahun. Bila sebuah klinik atau toko hanya memakai dua server dengan total 32 core, angkanya naik menjadi 300 dolar AS per core. Ars Technica mencatat skema ini masih menyulitkan pengguna yang paling kecil.

Penjualan juga berubah jalur. Menurut The Register, vSphere Express dijual lewat marketplace milik distributor karena Broadcom telah memangkas jumlah reseller dalam program kemitraannya.

Perubahan lisensi sejak akuisisi Broadcom

Broadcom membeli VMware senilai 69 miliar dolar AS pada 2023. Menurut TechTarget, tak lama kemudian perusahaan itu menghentikan lisensi vSphere permanen yang berdiri sendiri dan mengarahkan pelanggan ke paket VCF, yang menggabungkan vSphere, vSAN (penyimpanan), NSX (jaringan), dan Aria (otomasi). Sebagian pelanggan membeli paket lengkap itu hanya untuk mempertahankan vSphere, sementara komponen lain tidak terpakai.

Kebijakan tersebut membuat sebagian pelanggan berpindah ke platform lain. TechTarget menyebut Nutanix dan Red Hat memanfaatkan ketidakpuasan itu. Pada September 2026, Paul Turner, Chief Product Officer divisi VCF, mengakui kepada The Register bahwa insentif penjualan telah mendorong tim penjualan terlalu fokus pada VCF.

Nick Watson dari C4C Group menilai vSphere Express muncul karena banyak pelanggan menghitung ulang biaya VCF lalu bersiap pergi. Ars Technica juga mencatat bahwa ribuan perusahaan sudah bermigrasi ke pesaing VMware, sehingga sebagian di antaranya akan sulit dibujuk kembali.

Satu hal lagi tercantum di pengumuman resmi. Bagi pelanggan di Kawasan Ekonomi Eropa, vSphere Standard 8 dan vSphere Enterprise Plus 8 tetap dijual hingga 31 Oktober 2027, dengan dukungan diperpanjang paling lama sampai 31 Oktober 2028. Untuk wilayah lain, termasuk Indonesia, pengumuman itu tidak memberi ketentuan serupa, sehingga status produk lama sebaiknya ditanyakan langsung ke reseller.

Apa artinya bagi organisasi Anda?

Bagi pabrik yang menjalankan sistem produksi, aplikasi gudang, dan server berkas di ruang server sendiri, vSphere Express dapat menjadi jalan tengah antara membayar VCF dan memulai migrasi besar. Keputusan yang baik tetap memerlukan hitungan yang jelas. Beberapa langkah berikut dapat membantu.

Empat langkah sebelum memilih vSphere Express: hitung core yang dipakai, petakan fitur yang dibutuhkan, minta penawaran tertulis, dan bandingkan biaya tiga tahun

Hitung core yang benar-benar dipakai. Catat jumlah server fisik, prosesor, dan core di setiap lokasi. Misalnya, tiga server dengan dua prosesor 16 core berjumlah 96 core, masih di bawah batas 128 core. Bila jumlahnya jauh di bawah itu, bandingkan biaya per core dengan alternatif lain.

Petakan fitur yang dibutuhkan. Periksa apakah klaster Anda bergantung pada DRS, GPU untuk beban AI, atau pengelolaan banyak lokasi dari satu konsol vCenter. Bila ya, vSphere Express kemungkinan tidak cukup, dan VVF atau platform lain perlu dipertimbangkan.

Minta penawaran tertulis. Karena harga resmi belum diumumkan, minta reseller menuliskan harga, masa langganan, cakupan dukungan, dan daftar fitur. Pastikan juga apakah produk lama yang Anda pakai masih dapat diperpanjang di Indonesia.

Bandingkan biaya tiga tahun. Hitung langganan vSphere Express, lalu bandingkan dengan biaya pindah ke platform lain atau ke cloud publik, termasuk waktu migrasi, pelatihan tim, dan risiko gangguan layanan. Migrasi dari VMware dapat memakan biaya dan waktu besar, sehingga bagi tim kecil yang sedang mengerjakan proyek lain, memperpanjang lisensi dapat menjadi pilihan yang lebih realistis untuk sementara.

Rapikan cadangan dan rencana pemulihan. Apa pun pilihannya, pastikan cadangan mesin virtual teruji dan dapat dipulihkan. Pengumuman Broadcom menyebut fitur pemulihan bencana bawaan baru direncanakan untuk VCF dan VVF pada rilis berikutnya dan tidak menyebut fitur serupa untuk vSphere Express, jadi solusi cadangan tetap perlu disiapkan sendiri.

Bila server di lokasi Anda juga masih memakai sistem operasi lama, rencana lisensi virtualisasi sebaiknya dibahas bersama jadwal akhir dukungan Windows Server 2016. Keduanya menentukan biaya infrastruktur beberapa tahun ke depan.

Pilihan virtualisasi yang tepat menjaga mesin produksi, aplikasi gudang, dan laporan tetap berjalan tanpa biaya lisensi yang membengkak. Tim Merakit dapat membantu memetakan beban kerja dan menghitung pilihan lewat layanan komputasi awan, termasuk untuk lingkungan otomasi industri yang menggabungkan server lokal dan cloud.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu VMware vSphere Express?

vSphere Express adalah paket virtualisasi server dari Broadcom untuk lingkungan hingga 128 core. Paket ini dibangun di atas vSphere 9 dan memuat vMotion, High Availability, Distributed Switch, vCenter Quick Patch, serta dukungan TPM 2.0 dan vTPM 2.0.

Berapa harga vSphere Express?

Broadcom belum mengumumkan harga resmi dan hanya menyebut harganya jauh lebih rendah dari VVF dan VCF. Distributor TD Synnex, menurut Ars Technica, mencantumkan 9.600 dolar AS per tahun untuk hingga 128 core. Harga akhir di Indonesia perlu ditanyakan ke reseller.

Apakah vSphere Express cocok untuk lebih dari 128 core?

Paket ini dirancang untuk lingkungan kecil hingga 128 core, dan setiap instansnya tidak dapat dikelola terpusat. Broadcom sendiri menyatakan tidak ingin pelanggan menjalankannya di ribuan core. Untuk lingkungan yang lebih besar, Broadcom mengarahkan pelanggan ke VMware vSphere Foundation atau VMware Cloud Foundation.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: vSphere Express, Lisensi VMware 128 Core untuk Server Kecil

Topik

  • Virtualisasi
  • VMware
  • Komputasi Awan
  • Server
  • Industri Manufaktur

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.