Blog Pusat Data
Pusat Data JKT2A NTT DATA Dibuka, Tersambung APN ke Bekasi
Daftar isi· 7 bagian
NTT DATA meresmikan pusat data JKT2A (Jakarta 2 Annex) berkapasitas 12 MW di Jakarta pada 3 November 2026. Bersamaan dengan itu, perusahaan meluncurkan APN Connect, sambungan optik yang menghubungkan kampus JKT2 dengan pusat data JKT3 di Bekasi sejauh sekitar 35 km untuk sinkronisasi dan pemulihan data.
Spesifikasi JKT2A untuk beban kerja padat
Menurut siaran pers NTT DATA, JKT2A menyediakan kapasitas TI 12 MW dan dirancang untuk komputasi AI serta beban kerja lain yang membutuhkan daya tinggi. Gedung ini berdiri di kampus Jakarta 2 milik NTT Global Data Centers, berdampingan dengan JKT2 yang sudah beroperasi lebih dulu.
Rancangannya memegang sertifikasi desain Tier III. Pasokan listrik datang dari dua gardu induk, didukung arsitektur UPS 2N dan generator cadangan N+1. Notasi N+1 berarti ada satu unit cadangan di atas jumlah unit yang dibutuhkan, sedangkan 2N berarti seluruh sistem disediakan dua kali. Pendinginannya memakai chiller berpendingin udara N+1 dan unit penanganan udara ruang komputer (CRAH) N+2.
Rak hingga 40 kW dalam tujuh lantai
Halaman profil Jakarta 2A Data Center mencantumkan ruang TI lebih dari 5.800 meter persegi dan rak berdaya tinggi hingga 40 kW. Sebagai pembanding, halaman yang sama mencantumkan pasokan hingga 4,15 kVA per rak untuk sewa skala besar dan hingga 5,68 kVA per rak untuk sewa ruang berpagar (cage). Rak 40 kW ditujukan untuk server GPU dan perangkat lain yang membutuhkan daya jauh lebih besar.
Rencana gedung ini sudah diumumkan NTT pada 15 Mei 2024 sebagai bangunan tujuh lantai di pusat Jakarta, sekitar 20 km dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan target selesai awal 2026. Peresmian pada November 2026 berarti jadwalnya mundur beberapa bulan dari rencana awal.
Kampus JKT2 sendiri merupakan titik pertukaran trafik. Siaran pers 2026 menyebut kampus ini menampung lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, titik pertukaran internet JKT-IX, penyedia cloud besar, dan sambungan kabel laut. Halaman profil JKT2A memakai angka yang lebih kecil, yaitu lebih dari 150 operator telekomunikasi, ISP, dan penyedia serat optik. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari waktu pembaruan dan cara menghitung yang berbeda.
Jakarta di peta pusat data AI Asia Tenggara
Menurut Katadata, yang mengutip Antara, pembangunan pusat data AI di kawasan mulai bergeser ke Indonesia, Malaysia, dan Thailand karena lahan dan pasokan listrik untuk infrastruktur baru di Singapura terbatas. Yasuhiro Kajiki, Managing Director Jepang dan APAC NTT Global Data Centers, menilai daya tarik Indonesia ada pada basis penggunanya. “Kekuatan pusat data di Indonesia adalah jumlah penggunanya,” ujarnya, seperti dikutip Antara.
Bagi pengguna di dalam negeri, kapasitas lokal yang bertambah memberi lebih banyak pilihan untuk menyimpan data di Indonesia dengan jarak jaringan yang pendek. Pilihan ini relevan bagi sektor yang terikat aturan penempatan data, juga bagi aplikasi yang sensitif terhadap waktu respons, seperti pembayaran digital dan layanan pelanggan berbasis AI.
APN Connect menyambungkan JKT2A dan JKT3
Bagian yang lebih jarang terdengar dari peluncuran ini adalah APN Connect. NTT DATA menyebutnya layanan pertama di Indonesia yang memakai teknologi All-Photonics Network (APN). Layanan ini menyediakan sambungan Layer 1 berkapasitas besar dan berlatensi rendah antara JKT2/JKT2A dan JKT3, yang berjarak sekitar 35 km.
JKT3 adalah pusat data NTT di Bekasi dengan kapasitas beban TI 45 MW, menurut halaman profil Jakarta 3. Fasilitas itu diresmikan pada 31 Maret 2022, seperti diberitakan detikInet saat itu. Dengan APN Connect, dua kampus yang terpisah wilayah administrasi ini dapat bekerja seperti satu sistem yang saling mencadangkan.

Cara kerja jaringan fotonik penuh
APN adalah bagian dari IOWN (Innovative Optical and Wireless Network), program jaringan generasi berikutnya milik grup NTT di Jepang. Di halaman resminya, NTT menggambarkan APN sebagai jaringan panjang gelombang yang menyediakan jalur optik dari ujung ke ujung. Data mengalir di jalur cahaya khusus, alih-alih melewati banyak perangkat yang mengolah ulang paket di sepanjang perjalanan. NTT menargetkan teknologi fotonik ini mencapai latensi ujung ke ujung 1/200 dari jaringan saat ini pada 2030, sebuah target jangka panjang yang belum menjadi spesifikasi layanan di Jakarta.
Menurut tulisan riset NTT, layanan APN IOWN1.0 pertama kali diluncurkan NTT EAST dan NTT WEST pada Maret 2023. Layanan itu memakai protokol OTN (Optical Transport Network) yang memberikan jalur Layer 1 dari ujung ke ujung dengan latensi mendekati batas fisik dan tanpa fluktuasi. Kapasitas jalurnya dijamin penuh dan tidak ada switch Ethernet di sepanjang jalur, sehingga sinyal tidak mendapat tambahan jeda yang berarti.
Bagi pengelola sistem, sifat terpenting dari sambungan semacam ini adalah waktu tempuh yang stabil dan dapat diukur. NTT DATA belum mengumumkan angka latensi APN Connect di Jakarta, jadi klaim “berlatensi rendah” masih perlu dibuktikan lewat uji pelanggan.
Replikasi sinkron dan jarak antarpusat data
NTT DATA menyebut APN Connect mendukung sinkronisasi data waktu nyata, pemulihan bencana, replikasi data, dan operasi multi-pusat data. Istilah-istilah ini penting dipahami karena menentukan berapa banyak data yang dapat hilang ketika satu lokasi berhenti beroperasi.
Pada replikasi sinkron, sebuah transaksi baru dianggap selesai setelah data tersimpan di dua lokasi sekaligus. Bila pusat data pertama padam, lokasi kedua sudah memegang salinan terbaru, sehingga hampir tidak ada data yang hilang. Konsekuensinya, setiap transaksi harus menunggu konfirmasi dari lokasi kedua. Jarak dan kestabilan jaringan langsung memengaruhi kecepatan aplikasi.
Pada replikasi asinkron, transaksi selesai di lokasi utama lebih dulu, lalu salinannya dikirim beberapa saat kemudian. Aplikasi terasa lebih cepat dan jaraknya dapat jauh lebih panjang, tetapi data beberapa detik atau menit terakhir dapat hilang saat terjadi bencana. Banyak organisasi memadukan keduanya: sinkron untuk dua lokasi berdekatan dan asinkron untuk lokasi ketiga yang jauh.

Jarak 35 km antara Jakarta dan Bekasi termasuk cukup dekat untuk skema sinkron, tetapi masih cukup jauh agar kedua lokasi tidak bergantung pada gedung dan gardu listrik yang sama. Meski begitu, kedua lokasi tetap berada di satu kawasan metropolitan. Gangguan berskala wilayah, misalnya banjir besar atau pemadaman listrik regional, tetap perlu diantisipasi dengan lokasi ketiga yang lebih jauh.
Apa artinya bagi organisasi Anda?
Peluncuran ini paling relevan bagi organisasi yang menjalankan sistem inti sendiri, baik di pusat data sewaan maupun di layanan cloud computing. Bank, fintech, perusahaan ritel daring, dan penyedia layanan publik memiliki kebutuhan yang mirip: transaksi tidak boleh hilang dan layanan harus segera pulih saat satu lokasi gagal.
Untuk perbankan, kewajibannya sudah tertulis. Pasal 18 POJK Nomor 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum mewajibkan bank memiliki Rencana Pemulihan Bencana, mengujinya terhadap seluruh aplikasi dan infrastruktur kritis paling sedikit sekali setahun, dan mengkaji ulangnya paling sedikit sekali setahun. Pelajaran dari gangguan Google Cloud di London menunjukkan cadangan yang lengkap di atas kertas pun dapat gagal saat diuji kondisi nyata.

Ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan tim TI:
- Petakan target pemulihan per aplikasi. Tentukan berapa lama layanan boleh berhenti (RTO) dan berapa banyak data yang boleh hilang (RPO). Sistem inti perbankan atau kasir toko daring mungkin menuntut RPO mendekati nol, sedangkan sistem laporan cukup asinkron.
- Ukur latensi dengan beban nyata. Sebelum memilih replikasi sinkron, minta data latensi dan uji aplikasi Anda di jalur yang sama. Waktu tempuh yang stabil lebih penting daripada angka rata-rata.
- Uji pengalihan secara berkala. Jalankan simulasi saat lokasi utama dimatikan, termasuk saat salah satu komponen sedang dalam pemeliharaan. Catat waktu pulih dan data yang tertinggal.
- Siapkan lokasi ketiga untuk risiko wilayah. Dua lokasi berdekatan melindungi dari kegagalan gedung, tetapi belum dari bencana yang melanda satu kawasan.
Tim yang mengelola aplikasi keuangan dapat memadukan langkah ini dengan kebutuhan kepatuhan di solusi layanan keuangan, sehingga desain teknis dan laporan uji pemulihan disusun sejak awal.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu APN Connect dari NTT DATA?
APN Connect adalah layanan sambungan optik Layer 1 yang menghubungkan kampus JKT2/JKT2A di Jakarta dengan JKT3 di Bekasi, sekitar 35 km. Layanan ini memakai teknologi All-Photonics Network dari program IOWN milik NTT dan ditujukan untuk sinkronisasi data, replikasi, serta pemulihan bencana.
Berapa kapasitas pusat data JKT2A?
JKT2A menyediakan kapasitas TI 12 MW dengan ruang TI lebih dari 5.800 meter persegi dan rak berdaya hingga 40 kW. Desainnya bersertifikat Tier III dengan dua gardu induk, UPS 2N, dan generator cadangan N+1.
Apakah replikasi sinkron selalu lebih baik?
Tidak selalu. Replikasi sinkron menekan risiko kehilangan data, tetapi setiap transaksi menunggu konfirmasi dari lokasi kedua sehingga bergantung pada jarak dan kestabilan jaringan. Untuk data yang tidak kritis atau lokasi yang jauh, replikasi asinkron sering lebih praktis.
Penutup
JKT2A menambah kapasitas pusat data siap AI di Jakarta, tetapi APN Connect yang menyertainya membawa pertanyaan yang lebih penting bagi banyak organisasi: seberapa siap sistem Anda pulih ketika satu lokasi berhenti. Jawabannya bergantung pada target pemulihan, pengukuran latensi, dan uji pengalihan yang rutin. Bila tim Anda sedang menata ulang arsitektur cloud atau rencana pemulihan bencana, tim Merakit siap membantu menyusunnya bersama Anda.
Sumber
- NTT DATA: NTT DATA Opens Jakarta Data Center (3 November 2026)
- Antara: NTT DATA perluas kapasitas pusat data AI melalui JKT2A di Jakarta (3 November 2026)
- Katadata: NTT DATA Bangun Data Center AI di Jakarta, Bidik Pasar Asia Tenggara (4 November 2026)
- W.Media: NTT Data opens 12MW new Jakarta 2 Annex data center (4 November 2026)
- Developing Telecoms: NTT Data launches new AI-ready data centre in Jakarta with added APN (4 November 2026)
- NTT DATA: Jakarta 2A Data Center (halaman profil, diakses 4 November 2026)
- NTT DATA: Jakarta 3 Data Center (halaman profil, diakses 4 November 2026)
- NTT DATA: NTT expands network data center for generative AI platform in Indonesia (15 Mei 2024)
- NTT: All-Photonics Network (IOWN)
- NTT R&D: Delay Managed Network for APN IOWN1.0 (2023)
- detikInet: Data Center Terbesar di Indonesia Dibuka, Kapasitas 45 MW (31 Maret 2022)
- Pasal 18 POJK Nomor 11/POJK.03/2022