Blog Tokenisasi Aset
Tokenisasi Sekuritas DTCC: 25 Aset di Canton dan Besu
Daftar isi· 7 bagian
DTCC, lembaga infrastruktur pasar keuangan Amerika Serikat, merilis rincian layanan tokenisasi pada 16 Oktober 2026. Tahap awalnya mencakup 25 sekuritas yang dapat diubah menjadi token di jaringan blockchain Canton dan Besu. Peluncuran penuh dijadwalkan pada Oktober 2026, menurut DTCC.
Apa yang diumumkan DTCC
Tokenisasi berarti mencatat kepemilikan suatu aset sebagai token digital di blockchain. Pada layanan DTCC, aset yang ditokenisasi adalah sekuritas nyata yang sudah disimpan oleh The Depository Trust Company (DTC), anak usaha DTCC yang berfungsi sebagai lembaga penyimpanan. DTC menyimpan aset senilai lebih dari 114 triliun dolar AS dari lebih dari 150 negara dan wilayah. Setiap token ditopang satu banding satu oleh sekuritas yang dipegang DTC.
Dokumen ringkasan layanan yang dirilis DTCC menyebut sekitar 30 triliun dolar AS aset yang memenuhi syarat untuk ditokenisasi. Angka itu adalah batas atas kelayakan, sedangkan tahap awal jauh lebih kecil: 25 sekuritas. Jenis asetnya adalah saham konstituen indeks Russell 1000, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan surat utang pemerintah AS (Treasury) berupa bill, note, dan bond. DTCC menyatakan layanan dimulai dari sejumlah nama tertentu lalu diperluas bertahap.
Dasar hukumnya adalah surat tanpa tindakan (no-action letter) dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Desember 2025. Surat itu mengizinkan DTC menawarkan layanan ini selama tiga tahun kepada peserta DTC dan kliennya. DTCC menegaskan bahwa cakupan, prioritas, dan waktu layanan tunduk pada surat tersebut dan dapat berubah.
Sebelum itu, DTCC mengumumkan pada 4 Mei 2026 bahwa kelompok kerja industrinya beranggotakan lebih dari 50 perusahaan, dan jadwalnya adalah transaksi produksi terbatas pada Juli lalu peluncuran layanan pada Oktober. Tahap pertama sudah dijalani: percobaan produksi berlangsung pada 15 Juli 2026, dan DTCC melaporkan lebih dari 30 perusahaan memproses transaksi nyata dengan aset DTC yang ditokenisasi, mulai dari jaminan kolateral, peminjaman sekuritas, repo Treasury, hingga pengiriman saham dengan pembayaran serentak. Peserta yang disebut DTCC antara lain BlackRock, Citadel Securities, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Nasdaq, dan Vanguard. Brian Steele, Presiden Layanan Kliring dan Sekuritas DTCC, menilai percobaan itu menunjukkan bahwa tokenisasi dapat membuat kolateral berpindah secara langsung antarpihak. Direktur Pelaksana DTCC Nadine Chakar menyebut jalur paling aman menuju desentralisasi adalah lewat infrastruktur pasar keuangan yang tepercaya, dalam rilis DTCC tanggal itu: “the safest, most direct path to decentralization runs through trusted financial market infrastructures”.
Cara kerja konversi sekuritas menjadi token
Peserta DTC mengajukan konversi lewat antarmuka web atau API. Pesanan konversi diterima pukul 02.00 sampai 18.00 waktu Timur AS (ET) pada hari kerja, dengan target selesai dalam 15 menit atau kurang. Setelah token terbit, pemegangnya dapat memindahkannya setiap hari sepanjang waktu antardompet digital (wallet) yang terdaftar, selama berada di jaringan yang sama.

Token itu memakai nomor CUSIP yang sama dengan sekuritas aslinya. CUSIP adalah pengenal yang menghubungkan aset dengan data referensi dan sistem penyelesaian. DTCC menyatakan hak dan perlindungan investor sama dengan sekuritas dalam bentuk pencatatan biasa, dan catatan resmi kepemilikan tetap dipegang DTC.
Dua ketentuan teknis patut dicatat. Token dirancang patuh aturan, dengan pembatasan transfer yang dapat diberlakukan. Pendaftaran dompet dilakukan lewat antarmuka layanan dan, pada tahap awal, mencakup sejumlah dompet pihak ketiga pilihan. Untuk Treasury, pembayaran distribusi dan pelunasan saat jatuh tempo dilakukan dalam mata uang fiat ke rekening konvensional peserta.
Jaringan, batas, dan peta jalan
Saat peluncuran, layanan berjalan di dua jaringan. Canton adalah jaringan publik yang dikembangkan Digital Asset dengan standar token CIP-56. Besu adalah jaringan privat milik DTCC berbasis Hyperledger Besu, dengan standar ERC-20. Menurut DTCC, Stellar dengan standar SEP-41 dan Arc milik Circle dengan standar ERC-20 diantisipasi pada 2027.

Perbedaan jaringan publik dan privat penting bagi pelaku pasar. Di jaringan publik seperti Canton, banyak pihak dapat terhubung dengan jaringan yang sama. Di jaringan privat seperti Besu milik DTCC, akses dikelola oleh DTCC sendiri. Dengan menyediakan keduanya, DTCC memberi peserta pilihan sesuai kebijakan risiko masing-masing.
Ada batas yang jelas pada tahap awal. Transfer hanya berlangsung dalam satu jaringan, sehingga perpindahan antarjaringan belum termasuk cakupan awal, menurut ringkasan Genfinity atas dokumen DTCC. Peta jalan 2027 dan sesudahnya memuat lebih banyak jaringan dan sekuritas, kontrol tambahan seperti masuk tunggal (single sign-on) dan pemeriksa-pembuat (maker-checker), layanan tindakan korporasi yang lebih luas untuk saham dan ETF, catatan pemegang saham gabungan antara pencatatan biasa dan posisi di rantai, serta penyelesaian dan kolateral di rantai, termasuk netting dan uang tunai digital. DTCC menyebut peta jalan itu bersifat indikatif, dan prioritasnya ditentukan sepanjang 2027 bersama masukan peserta.
Apa artinya bagi lembaga keuangan Anda?
Layanan DTCC berada di pasar Amerika Serikat, tetapi arah rancangannya relevan bagi bank, perusahaan sekuritas, manajer investasi, dan penyelenggara fintech di Indonesia yang mulai menimbang aset digital. Ada tiga pertimbangan praktis.
Pertama, perhatikan pembagian peran. DTCC tidak mengganti sistem lamanya. Catatan resmi tetap di lembaga penyimpanan, sedangkan blockchain menjadi jalur tambahan untuk transfer dan, kelak, penyelesaian. Organisasi yang menimbang proyek serupa sebaiknya memetakan lebih dulu sistem mana yang tetap menjadi sumber kebenaran.
Kedua, siapkan kendali sebelum teknologi. Pemilihan jaringan publik atau privat, pendaftaran dompet, pembatasan transfer, dan pemisahan wewenang antara pembuat dan pemeriksa transaksi menentukan apakah sistem dapat diaudit. Pendaftaran dompet dan pembatasan transfer sudah tersedia di layanan DTCC saat peluncuran, sedangkan kontrol seperti maker-checker masuk peta jalan. Urutan itu menunjukkan bahwa pengendalian dibangun berlapis dan perlu dijadwalkan sejak awal proyek.
Ketiga, uji interoperabilitas. DTCC memilih dua jaringan dengan standar token berbeda dan merencanakan dua lagi. Lembaga yang menyambungkan aplikasi ke blockchain perlu merancang lapisan integrasi yang tidak terkunci pada satu jaringan, karena standar dan aturan dapat berubah.
Ketiga pertimbangan itu dapat ditindaklanjuti sebelum ada produk apa pun, yaitu dengan membuat inventaris proses yang bergantung pada catatan kepemilikan, menentukan siapa yang berwenang menyetujui transaksi, dan menetapkan data yang harus tersedia bagi auditor. Pengembangan aplikasi semacam ini beririsan dengan layanan blockchain dan kebutuhan layanan keuangan yang menuntut jejak audit rapi. Untuk konteks aturan fintech di dalam negeri, baca juga revisi POJK 40/2024 tentang fintech lending.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah tokenisasi DTCC sama dengan kripto?
Tidak. Token di layanan ini mewakili sekuritas nyata yang disimpan DTC, memakai CUSIP yang sama, dan memberikan hak yang sama dengan sekuritas biasa. Setiap token ditopang satu banding satu oleh sekuritas di DTC. Token juga hanya dapat dipindahkan antardompet yang terdaftar.
Apakah investor ritel dapat membeli token ini?
DTCC belum menyatakannya. Layanan ditawarkan kepada peserta DTC dan kliennya, dan DTCC menyebut peserta yang memenuhi syarat akan ditambah bertahap. Pihak yang dapat menawarkannya kepada nasabah akhir belum dijelaskan dalam dokumen yang dirilis.
Apakah layanan ini sudah berjalan?
Percobaan produksi dengan lebih dari 30 perusahaan berlangsung pada 15 Juli 2026. Peluncuran layanan dijadwalkan Oktober 2026 menurut siaran pers DTCC. Dokumen 16 Oktober menyebut 25 sekuritas dan dua jaringan tersedia “saat peluncuran”, tanpa tanggal pasti.
Penutup
Tokenisasi di DTCC memperlihatkan bagaimana lembaga infrastruktur memasukkan blockchain secara bertahap, dengan sekuritas yang sama, hak yang sama, dan jalur transfer baru. Bagi lembaga keuangan di Indonesia, pelajaran terbesarnya ada pada tata kelola dan pengendalian yang dirancang sejak awal. Jika organisasi Anda sedang menimbang pemanfaatan blockchain, tim Merakit dapat membantu memetakan kebutuhan dan batasannya.
Sumber
- DTCC, Tokenization Service At-a-Glance, 16 Oktober 2026
- DTCC, DTC-Tokenized Assets Power Successful U.S. Trades, 15 Juli 2026
- DTCC, Advancing DTC Tokenization Service Adoption, 4 Mei 2026
- Genfinity, DTCC Tokenization Service Opens $30 Trillion in Assets, Launching 25 Securities on Canton and Besu, 16 Oktober 2026