Blog Kecerdasan Buatan

Cara Kerja AISSA, AI Pemantau Sampah lewat CCTV Semarang

Ditulis oleh Alfina Putri

7 menit baca

Cara Kerja AISSA, AI Pemantau Sampah lewat CCTV Semarang
Daftar isi· 7 bagian
  1. 1Dua pengakuan untuk AISSA tahun ini
  2. 2Cara kerja AISSA membaca kamera kota
  3. 3AI sebagai alat bantu petugas
  4. 4Apa artinya bagi pemerintah daerah?
  5. 5Pertanyaan yang sering muncul
  6. 6Penutup
  7. 7Sumber

Pemerintah Kota Semarang memakai AI pemantau sampah bernama AISSA (Artificial Intelligence Solusi Sampah) untuk membaca gambar CCTV yang sudah terpasang di tempat penampungan sementara (TPS). Sistem ini meraih penghargaan di CNN Indonesia Awards 2026 pada 6 November dan kini memantau 44 TPS menurut dasbor resminya.

Dua pengakuan untuk AISSA tahun ini

Pada Jumat malam, 6 November 2026, Pemkot Semarang menerima penghargaan kategori Excellence in Smart Waste Management Innovation di CNN Indonesia Awards 2026 di Jakarta. Menurut CNN Indonesia, penghargaan itu diterima langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti.

Pengakuan pertama datang dari luar negeri. Pada akhir Juni 2026, AISSA terpilih sebagai satu dari 30 inisiatif teladan (Exemplary Initiatives) dalam Guangzhou International Award for Urban Innovation edisi ketujuh. Penghargaan ini diselenggarakan Pemerintah Kota Guangzhou bersama dua jaringan pemerintah daerah dunia, UCLG dan Metropolis. Menurut ANTARA, seleksi tahun ini diikuti 381 inovasi dari 248 kota di 60 negara, dan hasilnya diumumkan dalam rangkaian Kongres Dunia UCLG di Tangier, Maroko.

Masalah yang ingin diatasi AISSA cukup besar. Semarang menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah per hari menurut Agustina, seperti dikutip Katadata. Selama ini, pemantauan kebersihan TPS bergantung pada laporan manual petugas lapangan. Laman resmi AISSA mencatat laporan seperti itu sering terlambat dan kualitasnya berbeda antarwilayah.

Cara kerja AISSA membaca kamera kota

AISSA tersambung ke jaringan CCTV Kota Semarang yang menyala 24 jam, sehingga tidak ada sensor baru yang perlu dipasang di lokasi. Gambar kamera dibaca dengan computer vision, yaitu cabang AI yang membuat komputer dapat mengenali benda dalam foto atau video. Model deteksi objek di dalamnya menandai tumpukan sampah dan memperkirakan seberapa banyak sampah yang menumpuk di setiap TPS.

Hasil deteksi diolah menjadi tiga keluaran: level kebersihan, tren harian, dan peringkat TPS. Dinas memakai data itu untuk menentukan prioritas dan jadwal pengangkutan. Aturan eskalasinya sederhana. Setiap siklus pemantauan yang masih menemukan sampah akan menaikkan level peringatan TPS tersebut.

Saat level naik, AISSA mengirim notifikasi WhatsApp berjenjang. Pesan pertama diterima petugas kebersihan di lokasi, lalu unit pengelola wilayah, dan terakhir pimpinan bila sampah belum ditangani. Setiap pesan memuat nama lokasi, level peringatan, jumlah kontainer, jadwal pengangkutan, foto hasil deteksi, dan tautan tindak lanjut untuk melaporkan penanganan.

Empat langkah cara kerja AISSA, AI pemantau sampah Semarang: CCTV merekam, AI mendeteksi tumpukan, level naik, notifikasi WhatsApp

Dalam keterangan kepada wartawan pada 31 Agustus 2026, Agustina menggambarkan rantai yang lebih rinci. Notifikasi pertama diterima camat. Bila tidak ada respons dalam 30 menit, peringatan naik ke kepala bidang, lalu ke kepala dinas. Setelah sekitar dua sampai tiga jam tanpa penanganan, peringatan sampai ke wali kota.

Laman resmi menyebut Satrio Jati Wicaksono sebagai perancang dan pengembang utama fitur analitik AISSA sejak 2024. Laman itu diterbitkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang. Pekerjaan pengembangannya mencakup arsitektur deteksi, sistem level, dasbor, halaman per lokasi, integrasi jadwal angkut, dan notifikasi WhatsApp. Laman itu tidak menyebut model AI yang dipakai.

Cakupan naik dari 35 menuju 500 TPS

Pada awal Agustus 2026, Agustina menyebut AISSA terhubung dengan CCTV di 35 TPS, seperti dilaporkan Disway Jateng. Dasbor publik di portal PantauSemar menampilkan 44 TPS terpantau saat diakses pada 8 November 2026. Saat itu, 42 TPS berada di level 0, satu TPS di level 1, dan satu TPS di level 2 ke atas.

Dasbor yang sama menampilkan peringkat lima hari terakhir. TPS Watulawang mencatat deteksi terbanyak, diikuti TPS Pompa Barito dan TPS Pasar Kagok. Data seperti ini memberi gambaran lokasi mana yang paling sering membutuhkan pengangkutan tambahan.

Targetnya jauh lebih besar. Menurut Katadata, Pemkot Semarang menargetkan AISSA terpasang di sekitar 500 TPS pada 2027. Karena AISSA membaca kamera yang sudah ada, setiap TPS baru tetap membutuhkan kamera yang mengarah ke lokasinya.

Linimasa AISSA dari pengembangan 2024, Guangzhou Award Juni 2026, 44 TPS November 2026, hingga target 500 TPS pada 2027

AI sebagai alat bantu petugas

Agustina berulang kali menekankan bahwa AI di pemerintahan harus diawasi manusia. Dalam Semarang Marketing Festival 2026 pada 4 Agustus, ia mengatakan, “AI yang kita pakai ini merupakan sarana dan alat.” Menurut Disway Jateng, ia juga menyebut kualitas keluaran AI bergantung pada kualitas data masukan. Parameter operasional dan pengisian data perlu dievaluasi berkala, dan keputusan strategis tetap berada di tangan manusia.

Pandangan ini sejalan dengan desain AISSA. Sistem hanya mendeteksi dan mengingatkan, sedangkan pengangkutan tetap dikerjakan petugas. Tautan tindak lanjut di setiap notifikasi membuat respons petugas tercatat, sehingga pimpinan dapat melihat lokasi yang sudah tertangani dan yang masih tertunda.

Deteksi berbasis kamera juga punya batas. Pandangan kamera dapat terhalang kendaraan, gambar menjadi kurang jelas pada malam hari, dan kamera dapat mati karena gangguan listrik atau jaringan. Sumber resmi belum menjelaskan tingkat akurasi deteksi AISSA. Angka akurasi dan waktu respons rata-rata akan penting untuk menilai sistem ini saat cakupannya diperluas ke ratusan TPS.

Apa artinya bagi pemerintah daerah?

Banyak kota dan kabupaten di Indonesia sudah memiliki CCTV untuk lalu lintas atau keamanan. AISSA menunjukkan kamera itu dapat dipakai untuk layanan lain tanpa menambah perangkat di lapangan. Bagi dinas yang ingin menerapkan pendekatan serupa, beberapa hal perlu disiapkan sejak awal.

  1. Petakan kamera yang mengarah ke titik layanan. Daftar TPS, pasar, atau saluran air yang sudah terlihat dari CCTV menentukan seberapa cepat uji coba dapat dimulai.
  2. Tetapkan jenjang dan batas waktu respons. Peringatan otomatis efektif bila jelas siapa penerimanya, berapa lama batas responsnya, dan kapan pesan naik ke atasan.
  3. Catat setiap tindak lanjut. Foto bukti dan tautan laporan membuat kinerja penanganan dapat diaudit, sehingga dasbor mencerminkan pekerjaan nyata di lapangan.
  4. Atur pemakaian rekaman sesuai tujuan. Kamera di ruang publik juga merekam warga yang lewat. Batasi analisis pada objek yang relevan, tetapkan masa simpan rekaman, dan tentukan siapa yang boleh mengaksesnya, sejalan dengan UU Pelindungan Data Pribadi.
  5. Umumkan ukuran keberhasilan. Akurasi deteksi, waktu respons rata-rata, dan jumlah keluhan warga sebelum dan sesudah penerapan membantu menilai kelayakan perluasan.

Lakukan dan hindari saat pemda memakai CCTV dan AI untuk layanan publik seperti pemantauan sampah

Pola yang sama dapat dipakai untuk masalah lain yang terlihat dari kamera, misalnya genangan di saluran air atau antrean di kantor pelayanan. Data deteksi juga lebih bernilai bila dapat dibagikan ke aplikasi dinas lain, sejalan dengan arah penataan aplikasi pemerintah lewat SPLP. Dalam proyek solusi pemerintahan digital, Merakit membantu instansi memetakan data lapangan, menyusun alur eskalasi, dan membangun dasbor pemantauan. Bagian deteksinya dapat dikembangkan lewat layanan kecerdasan buatan dengan model computer vision yang dilatih memakai gambar dari kamera milik instansi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah AISSA memasang kamera baru di TPS?

Menurut laman resmi Diskominfo Kota Semarang, AISSA memakai infrastruktur kamera yang sudah ada tanpa perlu memasang sensor baru. Perluasan ke TPS lain tetap membutuhkan CCTV yang mengarah ke lokasi tersebut.

Siapa yang menerima peringatan AISSA?

Peringatan dikirim lewat WhatsApp secara berjenjang kepada petugas kebersihan di lokasi, unit pengelola wilayah, lalu pimpinan bila sampah belum ditangani. Wali Kota Agustina menyebut rantainya dimulai dari camat dan dapat sampai ke wali kota setelah dua sampai tiga jam tanpa respons.

Apakah warga dapat melihat data AISSA?

Dasbor analitik AISSA dapat dibuka publik di portal PantauSemar milik Pemkot Semarang. Dasbor itu menampilkan jumlah TPS terpantau, sebaran level peringatan, foto deteksi terbaru, serta TPS dengan deteksi terbanyak dan tersedikit dalam lima hari terakhir.

Penutup

AISSA menunjukkan bahwa AI di pemerintahan dapat dimulai dari aset yang sudah dimiliki dan masalah yang dilihat warga setiap hari. Ujian berikutnya ada pada perluasan dari puluhan ke ratusan TPS, termasuk keterbukaan soal akurasi dan waktu respons. Bila instansi Anda sedang menimbang pemanfaatan CCTV atau data lapangan untuk layanan publik, tim Merakit siap berdiskusi.

Sumber

Ringkasan dalam satu gambar

Simpan atau bagikan ke tim Anda.

Unduh
Infografis ringkasan: Cara Kerja AISSA, AI Pemantau Sampah lewat CCTV Semarang

Topik

  • Kecerdasan Buatan
  • Pemerintahan Digital
  • Computer Vision
  • Pengelolaan Sampah
  • Semarang

Bagikan artikel ini

Diskusi dengan Tim Merakit

Punya tantangan serupa di organisasi Anda?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim kami bantu memetakan langkah dan solusi yang paling masuk akal, tanpa jargon.